1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Dewan NATO-Rusia di Sochi

Senin ini (4/7) Dewan NATO-Rusia gelar pertemuan di Sochi, Rusia, membahas rencana pembangunan sistem penangkal di Eropa. Dalam pertemuan sebelumnya, tidak tercapai kesepakatan yang memuaskan

default

Duta Besar Rusia untuk NATO, Dmitry Rogosin, berusaha mempertahankan posisi Rusia dalam perundingan rencana pembangunan sistem penangkal rudal di Eropa

Duta Besar Rusia untuk NATO Dmitry Rogosin dari awal sudah memperingatkan, bahwa perundingan terkait sistem penangkal rudal di Eropa tidak akan mudah, „rekan-rekan kami dari Amerika Serikat mengenal baik posisi Rusia. Kami berharap AS memberikan jaminan konkrit dan kami bersedia berunding selama yang dibutuhkan demi tercapainya hasil positiv. Eropa jangan bersikap seolah-olah jadi penonton sebuah permainan tenis. Karena pada akhirnya, senjata itu akan dibangun di kawasan mereka. Sudah cukup selama ini mereka bungkam dan bersembunyi di belakang negara raksasa itu.“

Rusia berharap, bahwa negara anggota NATO akan mengambil sikap tegas di Sochi nanti, mengenai kelanjutan rencana pembangunan sistem penangkal rudal. Memang pada dasarnya kedua pihak telah menyatakan bersedia bekerja sama dalam proyek ini. Tetapi bagaimana bentuk kerja-samanya, telah menjadi pertikaian sejak beberapa bulan belakangan.

NATO berorientasi pada sistem penangkal rudal AS untuk kawasan NATO. Sekaligus mengusulkan pada Rusia untuk membangun sebuah sistem penangkal rudal sendiri. Awal Juni lalu setelah bertemu dengan Dewan NATO-Rusia, Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen menekankan, "kami bayangkan dua sistem yang berbeda, namun keduanya mempunyai tujuan yang sama. Yaitu tukar-menukar informasi untuk meningkatan pertahanan di kawasan NATO dan Rusia, agar lebih efektiv.“

Kremlin hanya bersedia bekerja-sama, jika NATO menjamin secara hukum, tidak akan mengarahkan sistem pengangkal rudalnya terhadap Rusia. Rogosin menegaskan, sistem penangkal rudal NATO tidak boleh menghalangi Rusia membalas serangan nuklir. Rogosin menjelaskan, "posisi ini harus kami pertahankan. Siapapun pemimpin Rusia, tidak boleh meragukan ataupun meniadakan potensi strategis Rusia ini.“

Rusia menyalahkan NATO tidak menganggap serius kekuatirannya akan keamanan negaranya. Terkait tuntutan Rusia, NATO harus memberikan jaminan hukum untuk tidak mengarahkan sistem penangkal rudalnya pada Rusia, Sekjen NATO Rasmussen hanya menanggapi dengan singkat, bahwa pengalaman buruk di masa lalu sudah tidak eksis lagi. Kemudian Rasmussen menambahkan, bahwa Rusia harus memulai membangun kepercayaan pada NATO.

Bagi Kremlin hal ini semakin sulit, mengingat beberapa waktu yang lalu AS telah menempatkan rudal penangkis di Rumania. Demi mempertahankan keseimbangan, Rusia mengusulkan sebuah sistem bersama dengan pembagian sektoral. Yaitu, Rusia mengambil sebagian tugas perlindungan penangkal rudal bagi negara-negara NATO. Ketika itu, Rasmussen langsung menolak usulan Rusia, "dari awal kami sudah mengatakan, bahwa tidak akan menyetujui sebuah pembagian sektoral. NATO bertanggung-jawab atas perlindungan kawasan NATO. Kami tidak akan melimpahkan pertahanan kami kepada pihak ketiga.“

Kalangan pakar memperingatkan akan gagalnya perundingan. Kini bahkan sudah dimulai sebuah perlombaan baru adu kekuatan senjata. Meskipun belum tercapai kesepakatan, tidak ada pihak yang menolak untuk tidak bekerja-sama dalam proyek penangkal rudal ini. Namun semua mengatakan, „iya, tetapi…“

Christina Nagel/Andriani Nangoy Editor: Hendra Pasuhuk