1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Baru Sengketa Atom Iran

Iran dan kelompok yang disebut 5+1 mulai menggelar perundingan terbaru sengketa program atomnya di Moskow. Teheran tetap mengajukan persyaratan untuk mengubah sikapnya.

Lima negara pemilik hak veto di Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina ditambah Jerman mulai Senin (18/06) menggelar perundingan dua hari dengan Iran di Moskow. Menjelang dimulainya perundingan, presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mengisyaratkan siap merundingkan tema pengayaan uranium yang dipersengketakan.

Tapi dia menyatakan, tidak ada kompromi terkait instalasi militer Parchin yang kontroversial. "Parchin tidak disinggung dalam kesepakatan inspeksi dengan badan energi atom internasional-IAEA", tegas Ahmadinejad dalam wawancara dengan harian Jerman "Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung".

"Mereka yang menuntut inspeksi instalasi militer Iran, berarti mempersenjatai Israel, yang setiap hari mengancam kami dengan serangan militer. Jerman juga tidak akan mengizinkan IAEA memasuki seluruh lokasi yang dimilikinya", kata dia.

IAEA berulangkali menuntut akses pemeriksaan ke instalasi militer Iran. Alasannya di sana dilakukan ujicoba bagi pembuatan senjata atom.

Perundingan di Moskow itu diperkirakan peluang terakhir bagi Iran untuk menuntaskan sengketa program atomnya lewat jalan diplomatik. Diplomat barat mengancam, jika dalam perundingan ini tidak tercapai hasil konkrit, tidak akan ada perundingan lanjutan.

Terkait hal itu, Rusia melontarkan peringatan agar AS tidak melakukan sanksi sepihak terhadap Iran. Karena hal itu akan merugikan perusahaan Rusia yang beroperasi di Iran. Moskow menjanjikan akan membujuk Iran, untuk mengalihkan pengayaan uraniumnya ke luar negeri.

AS(dpa,afp,rtr,dapd)