1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perundingan Akhir KTT Iklim Berjalan Alot

Perundingan berjalan alot pada hari terakhir KTT Iklim di Kopenhagen Jumat (18/12). Juga saat perundingan memasuki malam hari, para pemimpin negara dan pemerintah masih belum menemukan terobosan.

default

Presiden AS Barack Obama di Kopenhagen

Kelompok kecil terdiri dari sekitar 30 negara, di antaranya Amerika Serikat, China dan Jerman hari Jumat malam (18/12) menyodorkan sebuah rancangan kesepakatan akhir. Dokumen tersebut diharapkan dapat diajukan pada sidang plenum dengan ke-193 negara peserta pada malam hari waktu setempat.

Meski dipimpin oleh sekitar 100 kepala negara dan pemerintahan, perundingan tahap akhir KTT Iklim Global di Kopenhagen masih berlangsung alot. Presiden Amerika Serikat Barack Obama hari Jumat (18/12) mendesak agar kesepakatan dapat disetujui beberapa jam ke depan saat berita ini diturunkan. Walaupun dibekali dokumen rancangan kesepakatan, pembicaraan belum juga membuahi terobosan.

Masalah utama menyangkut jumlah pengurangan emisi CO2 pada tahun-tahun mendatang, dana bantuan bagi negara-negara termiskin di dunia serta pengawasan internasional bagi perlindungan iklim masih belum juga terselesaikan. Kanselir Jerman Angela Merkel mengutarakan di Kopenhagen: "Kami berupaya sedapat mungkin mencapai kesepakatan, tetapi kami tidak dapat melakukannya begitu saja. Kesepakatan harus dicapai dengan semestinya."

Obama belum bawa perubahan

Juga harapan bahwa Presiden AS Barack Obama dapat membawa perubahan, tampaknya masih belum terpenuhi. Obama tidak menjanjikan sesuatu yang baru, namun di hadapan sekitar 190 pemimpin pemerintahan ia mengutarakan bahwa tidak ada waktu lagi untuk hanya berbicara dan sudah tiba saatnya untuk bertindak. Ia mengatakan bahwa dunia kini berada di persimpangan jalan. Semua pihak dapat mencapai kesepakatan dengan melakukan langkah yang menentukan dan kemudian mengembangkan basis ini.

Selanjutnya Obama mengatakan: "Saya yakin bahwa banyak pihak menyebut kerangka kesepakatan yang baru saja saya paparkan, sebagai tidak sempurna. Tidak sebuah negara pun akan mendapat semua yang diinginkannya. Ada negara-negara berkembang yang hendak mendapatkan bantuan keuangan atau mengajukan persyaratan dan tanpa kewajiban-kewajiban untuk transparan. Mereka berpendapat bahwa negara-negara termaju harus lebih banyak mengeluarkan dana. Ini dapat saya mengerti."

Target deklarasi politis?

Yang dimaksudkan Obama di sini adalah rancangan bagi deklarasi politis yang isinya antara lain mencakup pengurangan panas bumi pada dua derajat Celsius. Target reduksi CO2 hingga 2020 belum ditetapkan. Hingga tahun 2050 emisi ditargetkan turun 50 persen dibandingkan dengan level tahun 1990 dan di negara industri penurunan diharapkan sekitar 80 persen. Tetapi para ilmuwan berpendapat bahwa sangatlah penting untuk menurunkan emisi dalam jumlah yang berarti hingga tahun 2020.

Menteri Lingkungan Jerman Norbert Röttgen menyebut putaran perundingan terakhir itu sangat sulit, namun menganggap bahwa ada gerakan ke arah yang benar. Tetapi harapannya itu masih belum juga terealisasikan.

Presiden Rusia kritik panitia penyelenggara KTT

Sementara itu Presiden Rusia Dmitri Medvedev meninggalkan Kopenhagen Jumat malam . Sebelumnya ia mengkritik penyelenggara konferensi yang disebutnya sebagai salah satu KTT yang paling tidak berhasil.

Pada KTT Kopenhagen diharapkan disetujui sebuah kesepakatan yang akan menggantikan Protokol Kyoto yang akan berakhir 2010. Tetapi AS tidak meratifikasinya dan China pada kenyataannya tidak melaksanakan perjanjian itu.

CS/EK/dpa/afp