1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perubahan Haluan Bantuan Pembangunan Jerman

Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Dirk Niebel melakukan kunjungan tiga hari ke Afghanistan. Titik berat perundingannya dengan pemerintah Afghanistan terletak pada perwujudan reformasi.

default

Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Dirk Niebel tiba di Afghanistan

Delapan tahun sudah berlalu ketika Menteri Bantuan Pembangunan Dirk Niebel terakhir kali mengunjungi Afghanistan. Dulu situasinya masih lain. "Ketika delapan tahun yang lalu saya mengunjungi Afghanistan dengan Menteri Luar Negeri Joschka Fischer, ketika itu zamannya „Smile & Wave“, tentara kita masih dapat berpatroli dengan kendaraan terbuka atau dengan berjalan kaki dan mereka disapa ramah oleh masyarakat layaknya tamu atau mereka menghampiri masyarakat dengan begitu saja – semua itu sudah berubah. Kini ancaman di kawasan itu semakin meningkat.“

Karena khawatir akan diserang, kunjungannya berada di bawah keamanan yang lebih ketat dan rutenya dirahasiakan. Di awal kunjungannya Niebel akan berunding dengan wakil-wakil pemerintah Afghanistan. Kemudian di Kabul ia akan bertemu dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai. Niebel menuturkan, bahwa perundingannya akan berlangsung ramah, namun pesannya jelas. "Kami tentunya memerlukan kerjasama pemerintah Afghanistan dan Afghanistan harus menerapkan semua yang dijanjikannya di London. Seperti pemerintahan yang baik, pemberantasan korupsi dan mengupayakan, agar otoritas pemerintah diakui oleh rakyat Afghanistan. Semua itu persyaratan, supaya keterlibatan kita selama ini di sektor sipil dapat dilimpahkan kepada pihak Afghanistan yang berwewenang.“

Dengan kunjungannya Niebel hendak menggarisbawahi perubahan haluan pemerintah Jerman di Afghanistan. Strategi barunya lebih menitikberatkan pada pembangunan sipil. Dananya akan dilipatgandakan menjadi 430 juta Euro setiap tahunnya. Dana senilai 250 juta Euro akan dikucurkan oleh kementerian pembangunan. Bantuan itu terutama akan digunakan untuk pembangunan di kawasan utara dimana militer Jerman Bundeswehr ditempatkan. Di sana Niebel juga akan mengunjungi beberapa proyek. Ia memuji keberhasilan yang selama ini dicapai, namun juga menyebutkan masih banyak yang harus diperbaiki. "Di masa lalu seringkali ketika tentara kita tiba di sebuah desa untuk membicarakan kebutuhan masyarakat setempat dan setelah memperoleh informasi, penerapannya membutuhkan waktu yang sangat lama. Itupun kalau diterapkan. Ini yang merusak kepercayaan kita. Kini kami berhasil menciptakan sarana baru yang lebih fleksibel, yang memungkinkan kita bekerja lebih cepat dan efektif. Supaya perdamaian dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat dan militer kita akan menjamin keamanannya. Dengan harapan, hal ini dapat mempengaruhi kawasan yang lain yang kurang aman.“

Niebel ingin bantuan bisa terlaksana lebih cepat. Untuk itu, organisasi bantuan diharapkan bekerjasama dengan militer Jerman. Tapi gagasan ini dikritik banyak kalangan.

Mark Kleber / Andriani Nangoy

Editor: Hendra Pasuhuk