1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Persiapan Operasi Militer ke Kandahar

Pasukan internasional untuk Afghanistan, ISAF, merencanakan serangan militer besar-besaran guna meruntuhkan kekuatan Taliban di Provinsi Kandahar.

default

Seorang tentara Afghanistan berjaga setelah bom bunuh diri di Kandahar (14/03)

Penasehat keamanan presiden AS yang juga mantan panglima tertinggi NATO James Jones menyebutnya sebagai peristiwa penting dalam sejarah misi di Afghanisan. Dalam beberapa segi, serangan yang akan dilancarkan sama dengan operasi di Helman yang baru lalu, kata komandan ISAF Stanley McChrystal. Ia memaparkan tujuan operasi itu: "Menciptakan pemerintahan yang lebih baik dan meningkatkan keamanan bagi warga, agar mereka dapat bergerak leluasa dalam menjalankan hidupnya."

Taliban secara khusus aktif di Kandahar. Karena itu, kota tersebut harus ditangani juga di wilayah-wilayah sekitarnya. Pertempuran besar tidak akan dikobarkan di seluruh wilayah sekitar Kandahar, melainkan di lokasi yang berbeda-beda, dimana Taliban berupaya menanamkan pengaruhnya. Mc Chrystal berharap, warga di Kandahar dapat saling menjaga dan situasi keamanan pelan-pelan membaik.

Faktor yang menentukan adalah tentara yang dikirim ke wilayah dimana mereka mengusir pejuang Taliban, tidak akan ditarik lagi, tetapi justru membangun kembali wilayah itu. Karena seperti daerah lain di Afghanistan, Kandahar tak bisa dimenangkan hanya dengan cara militer.

Provinsi di selatan itu adalah kampung halaman Pashtun, kelompok etnis terbesar di Afghanistan. Kebanyakan dari mereka relijius dan konservatif. Taliban kebanyakan merekrut pejuang dari etnis ini. Sejauh ini warga Pashtun paling sedikit merasakan manfaat dari bantuan internasional. Di pihak lain jumlah korban terbesar akibat misi pasukan internasional berasal dari etnis ini.

Beberapa pekan lalu, Presiden Afghanistan Hamid Karzai yang ingin meraih simpati rakyat, menyerang barat dengan kata-kata. DAlam pertemuan dengan sekitar 1000 tetua suku di Kandahar tanggal 5 April, Karzai tampil sebagai pembela kepentingan rakyat, dan bukan sebagai boneka barat. Jika para tetua tak suka, operasi militer akan dibatalkan, kata Karzai.

Komandan ISAF Jendral McChrystal bersikap tenang. Ia hadir dalam pertemuan itu untuk memuluskan rencana serangan di Kandahar. Baginya yang lebih penting adalah isyarat kemitraan yang muncul dari penampilan bersama sang presiden dan Jendral NATO. "Akan lebih tidak menyenangkan bagi saya jika Karzai tidak mengajak saya untuk hadir dalam pertemuan itu, untuk mendengar dia bicara dan berpartisipasi dalam cara itu," katanya.

AS ingin melancarkan operasi di Kandahar secara bersama-sama. Bersama tentara Afghanistan di medan pertempuran, bersama Presiden karzai di tataran politiknya.

Kapan operasi militer dimulai, Mc Chrystal tak mau angkat suara. Pada dasarnya, pertemuan dengan para tetua suku merupakan bagian dari operasi. Para pengamat berspekualsi, serangan dimulai bulan Juni, atau setidaknya tepat waktu agar operasi sudah dapat berakhir sebelum dimulainya bulan Ramadan, akhir Agustus.

Ulrike Bosse/Renata Permadi
Editor: Hendra Pasuhuk