1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Persaingan "Tidak Sehat" Pembalap Red Bull

Tim Red Bull meraih poin maksimal pada GP Malaysia lalu. Tapi Sebastian Vettel sebenarnya "hanya" berhasil menang karena melanggar perintah dari pimpinan tim. Red Bull alami krisis antar pembalap.

Kontroversi "team order", atau penentuan urutan finis pembalap, kembali menjadi pembicaraan setelah balapan GP Malaysia berakhir. Sebastian Vettel mengaku "telah melakukan kesalahan besar". Ia mengabaikan perintah tim dan menyalip rekan setim Mark Webber yang tidak menduga akan ada manuver tersebut.

Ambisi Vettel Sulitkan Tim

Gelar ke-27 bagi Vettel tidak dirayakan seperti biasa oleh tim Red Bull. Pada konferensi pers, Vettel memang meminta maaf kepada Webber dan berjanji untuk memberi kompensasinya pada kesempatan berikutnya. Ini berarti, suatu saat nanti Vettel akan bersedia mengalah ke posisi kedua, jika Webber berada di belakangnya.

Pimpinan tim Red Bull Christian Horner mengkritik keras aksi Vettel. "Seb mendahulukan kepentingannya sebelum kepentingan tim. Kami akan mendiskusikannya sebagai tim secara intern," ditegaskan Horner.

Formel 1 Malaysia Autorennen Grand Prix Kuala Lumpur

Alonso tersingkir di awal balapan setelah menabrak mobil Vettel

Webber sendiri diberitakan menolak permintaan maaf Vettel dan mulai mempertimbangkan kembali masa depannya bersama Red Bull. Ia sudah lama secara terbuka mengatakan, Red Bull lebih memfavoritkan Vettel dibandingkan dirinya. "Ada banyak hal yang saya pikirkan dalam beberapa putaran terakhir. Tidak hanya kejadian di Malaysia tapi yang sudah-sudah." Webber mengaku ia terpikir untuk berhenti dari tim dan pensiun dari dunia balapan.

Insiden ini mengingatkan pada persaingan keras di tim McLaren masa lalu antara Alain Prost dan Ayrton Senna. Atau di tahun 2007, antara Fernando Alonso dan Lewis Hamilton yang membalap untuk McLaren Mercedes.

Imej Vettel sebagai "anak baik-baik" berubah sejak balapan GP Malaysia. Mantan pembalap F1 yang kini menjadi komentator televisi, Niki Lauda, menyebut aksi Vettel sebagai "kesalahan serius". Tabloid Jerman Bild menyamakan Vettel dengan Michael Schumacher. Tapi bukan dalam makna positif. "Ia semakin menyerupai idolanya Michael Schumacher, yang dipuja dan dibenci. Vettel akan menjadi seperti Schummi."

Rosberg Jadi "Anak Baik"

Duel pembalap Red Bull bukan satu-satunya persaingan antar tim saat balapan Minggu (24/03/13). Di belakang Webber dan Vettel, pembalap Mercedes Hamilton dan Nico Rosberg memperebutkan posisi podium ketiga.

Rosberg mendapat perintah dari pimpinan tim, Ross Brawn, untuk menjaga jarak dengan Hamilton agar ban terjaga dan kedua mobil bisa sampai finis. Hamilton juga tidak bisa senang saat berada di podium. "Tim melakukan pekerjaan hebat. Tapi kalau saya boleh jujur, seharusnya Nico yang berada di sini."

Lewis Hamilton Formel 1 in Barcelona

Lewis Hamilton saat masih mengenakan seragam McLaren

Saat balapan, Hamilton sempat melakukan kesalahan di pit stop. Di putaran tujuh, juara dunia 2008 ini kehilangan tiga detik berharga karena parkir di tim lamanya McLaren dan bukan Mercedes. Tim McLaren menanggapinya dengan humor dan menulis di akun twitternya :"Silakan mampir dan bilang 'hai' setiap saat @lewishamilton."

Pembalap Jerman lainnya, Nico Hülkenberg dari tim Sauber berhasil meraih poin di posisi ke delapan. Sementara Adrian Sutil gagal finis, seperti halnya Fernando Alonso. Pada klasemen sementara, juara bertahan Vettel memimpin, diikuti oleh Räikkönen dan Webber.

Laporan Pilihan