1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pernyataan Menteri Israel Tentang John Kerry Dikecam

Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon menyebut Menlu AS John Kerry ingin jadi mesias dan obsesif. Pemerintah Amerika mengajukan protes keras, Yaalon akhirnya minta maaf.

Washington melayangkan kecaman keras terhadap Menteri Pertahanan Israel Moshe Yaalon. Jurubicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, ucapan Yaalon tentang Kerry "memalukan dan tidak layak, terutama setelah segala bantuan yang diberikan Amerika kepada Israel".

Carney menambahkan, sungguh tidak layak mempertanyakan motif John Kerry yang "bekerja siang dan malam" untuk mengupayakan perundingan antara Israel dan Palestina. "Ini tidak kami harapkan dari seorang Menteri Pertahanan negara mitra yang dekat," tandasnya.

Menhan Israel Moshe Yaalon sebelumnya mengeritik John Kerry dan mengatakan dalam wawancara dengan harian Israel Yedioth Ahronoth, Kerry obsesif dan terkena sindrom mesias. "Dia tidak perlu menasehati saya tentang konflik dengan Palestina," kata Yaalon sambil menambahkan, Menlu AS itu sebaiknya membiarkan Israel menjalankan kebijakan sendiri.

Netanyahu Berusaha Redakan Situasi

Pernyataan Yaalon muncul hanya beberapa saat setelah Wakil Presiden Joe Biden meninggalkan Israel usai menghadiri upacara perkabungan Ariel Sharon. PM Israel Benjamin Netanyahu segera berusaha meredakan ketegangan. "Kalaupun ada perbedaan pandangan dengan Amerika, kita harus menilai masalahnya, bukan pribadi sesorang," kata Netanyahu.

Menlu Israel Avigdor Lieberman menyebut ucapan Yaalon "tidak membantu". Sedangkan Menteri Kehakiman dan ketua tim perunding Israel, Zipi Livni, melayangkan kritik lebih keras.

"Orang bisa berargumentasi dengan cara yang bertanggung jawab dan tidak merusak hubungan kita dengan negara sahabat," tukas Livni. Beberapa kalangan menuntut agar Yaalon mengundurkan diri. PM Netanyahu menegaskan, Amerika Serikat adalah sekutu terpenting Israel.

Mencari Penyelesaian Damai

Selama beberapa minggu terakhir, John Kerry beberapa kali berkunjung ke Israel dan Palestina untuk melancarkan lagi perundingan antara kedua pihak.

Menlu AS itu berusaha mencari kompromi agar Israel dan Palestina mau menandatangani kerangka kesepakatan proses perdamaian sesuai prinsip "solusi dua negara". Sejak menjabat sebagai menteri luar negeri Februari 2013, Kerry sudah 10 kali berkunjung ke kawasan itu.

Menlu Jerman Frank Walter Steinmeier menerangkan, Jerman mendukung solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina. Putaran perundingan antara Israel dan Palestina dimulai lagi Juli tahun lalu. Kedua pihak sepakat membahas kerangka perjanjian damai sampai April tahun ini.

hp/yf (afp, dpa, rtr)

Laporan Pilihan