1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perjuangan Pariwisata Mesir Pasca Mubarak

Dalam pameran pariwisata internasional ITB di Berlin, Mesir mencoba mengupayakan kepercayaan baru dari para wisatawan.

Sonnenschirm und Strandliegen am Strand, Rotes Meer, Aegypten. picture alliance / Arco Images G. 04.02.2011

Pantai wisata yang menjadi sepi di tepi Laut Merah

"Hanya jika suasana di luar  tenang, ada pekerjaan untuk kami." Demikian dikatakan Rami Badr sambil memandang ke luar ruang kantor travel bironya yang berdinding kaca. Di mana-mana terpampang poster bewarna-warni dengan tawaran liburan yang murah. Tapi tidak ada yang meraihnya. Harapan panjang adanya serbuan para turis kembali pupus.

Padahal travel biro Badr terletak di kawasan strategis dekat Lapangan Tahrir di pusat ibukota Kairo. Walaupun Lapangan Tahrir juga yang menjadi pusat gerakan aksi protes yang lebih dari satu tahun lalu menggulingkan penguasa Husni Mubarak. Sampai kini di sana masih ribuan demonstran memasang kemah dan menuntut mundurnya dewan militer Mesir. Tidak jarang terjadi bentrokan dengan polisi. Bagi Rami Badr yang berusia 25 tahun dan travelbiro lainnya di pusat Kairo, setiap kerusuhan baru berarti bencana bagi bisnisnya.

Banyak Pemandu Wisata Menganggur

Sejak lebih dari 1 tahun pemandu wisata mengalami penurunan pendapatan secara drastis. Padahal Rami Badr dan juga kolega-koleganya sejak awal ikut mendukung gerakan revolusi di Mesir. Satu tahun lalu masih dalam suasana eforia, mereka berharap bahwa dengan tergulingnya  Mubarak, akan pula membawa era baru di bidang pariwisata.

Moataz Sayed dari serikat pekerja pemandu wisata Mesir juga dulu mencanangkan efek revolusi yang positif. "Wisatawan asing selalu tertarik akan keseluruhan situasi  di negara tujuan wisatanya. Oleh sebab itu kami setelah revolusi mengharap, bahwa Mesir akan menjadi lebih menarik bagi wisatawan barat, jika tercipta  demokrasi dan hak asasi manusia dihargai."

A general view shows Egyptian protesters demonstrating of the first anniversary of 25th January uprising in Tahrir square, Cairo, Egypt, 25 January 2012. Protesters gathered in Tahrir square preparing for the anniversary of the revolution. EPA/MOHAMED OMAR +++(c) dpa - Bildfunk+++

Lapangan Tahrir Kairo

Tapi kejadian di bulan-bulan terakhir dan situasi keamanan yang buruk mengejutkan banyak pengunjung, termasuk kunjungan wisatawan barat jelas makin menurun. Sekitar 70 persen pemandu wisata yang tergabung dalam serikat pekerjanya menjadi penganggur sebagai dampak revolusi, kata Moataz Sayed.

Bagi perekonomian Mesir ini semua berarti masalah besar, kata Sayed. Menurut perkiraan, 15 persen warga Mesir hidup secara langsung maupun tidak langsung dari pariwisata. Mereka bekerja sebagai pemandu wisata, pengusaha restoran, penjual souvenir atau pemilik travelbiro. Andil sektor pariwisata dan sektor-sektor yang terkait dengannya pada perekonomian Mesir, diperkirakan lebih dari 10 persen. Selain itu para wisatawan membawa banyak devisa ke Mesir.

Seberapa Aman Mesir Bagi Wisatawan?

Aktivis serikat pekerja di bidang pariwisata Sayed oleh karenanya melihat kewajiban semua warga Mesir. Semua warga bertanggung jawab untuk citra negaranya di luar negeri. Ditambahkan Sayed, bahwa situasi keamanan di Mesir tidak terlalu buruk seperti yang dirasakan pihak luar negeri atau dilaporkan media luar negeri.

Dengan pengecualian penculikan dua turis Korea Selatan di Semenanjung Februari 2012, sejak terjadinya revolusi di Mesir, tidak ada serangan terarah kepada para wisatawan. Sayed mengungkapkan, „untuk sebuah negara yang sedang mengalami pergolakan, kondisi itu secara umum menenangkan.“

Ein Modellbau von Sphinx auf dem Messestand von Ägypten (Halle 23) bei ITB 2011. Aufnahmedatum: 10.03.2011. Copyright: Shitao Li, DW Chinesisch

Mesir dalam ITB 2011

Tidak ada alasan untuk panik, pesan ini juga yang coba disampaikan oleh wakil pengusaha pariwisata Mesir kepada para pelanggan di Jerman. Badan perhimpunan pariwisata Mesir menjelang Pameran Pariwisata Internasional ITB di Berlin mengorganisir perjalanan informasi wisata untuk pengusaha pariwisata Jerman dan mendorong mereka untuk mencantumkan kembali Mesir dalam tawaran perjalanan wisatanya. Namun ini bukan tugas mudah, dijelaskan Mohamed Gamal, Dirjen bagian Pariwisata pada Konsulat Jendral Mesir. Diupayakan terutama menarik lagi lebih banyak wisatawan untuk mengunjungi pantai wisata di Laut Merah dan pusat tujuan wisata seperti Luxor. Untuk tujuan ini bahkan dioperasikan stasiun televisi yang menunjukkan bagaimana warga Mesir menerangkan sisi terbaik negaranya kepada warga Jerman.

FILE -- This is an April 1995 filer of the Hatshepsut Temple in the desert outside Luxor, southern Egypt. Egypt is set to unveil what many are calling the top archaeological discovery since the 1922 find of King Tut _ that a mummy housed in the Cairo museum is that of Queen Hatshepsut, a woman ruler who called herself a Pharaoh. (AP Photo/File/Frank Boxler)

Luxor

Iklan untuk Wisatawan Jerman

Untuk banyak kawasan tujuan wisata pada kenyataannya memang tidak ada peringatan resmi larangan kunjungan, tapi peringatan tersebut dikeluarkan untuk kawasan lainnya dan tempat-tempat tertentu di Kairo. Secara tertulis dapat dibaca di situs internet kementerian luar negeri Jerman: "Kunjungan ke Mesir sampai kawasan luas di sekitar Kairo (dengan pengecualian pusat kota Kairo dan kawasan sekitar Lapangan Tahrir dan menara televisi Maspero), kawasan wisata di Laut Merah, pusat tujuan wisata di Mesir bagian atas (terutama Luxor, Aswan, tur menyusuri Sungai Nil)  dan tur-tur wisata di Padang Pasir Putih dan Hitam dibatasi. Perjalanan ke kawasan Mesir lainnya berdasarkan situasi keamanan yang masih belum menentu dan belum stabil, masih diberikan peringatan."

Mohamed Gamal berharap meskipun demikian akan kembali banyak warga jerman yang datang ke Mesir. Dikatakannya, "Jerman merupakan pasar yang penting bagi kami."

Juga dalam tahun revolusi kritis pun sekitar 900 ribu warga Jerman mengunjungi Mesir. Hanya turis Rusia dan Inggris yang masih menyaingi angka tersebut. "Tapi dulu setiap tahunnya datang paling sedikit 1,3 juta turis Jerman ke Mesir. Sasaran kami adalah mencapai kembali angka tersebut," demikian disampaikan kepala bagian pariwisata Konsulat Jenderal Mesir, Mohamed Gamal.

Khalid El Kaouitit/Dyan Kostermans

Editor: Hendra Pasuhuk