1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peringatan Satu Tahun Gempa di L'Aquila, Italia

Warga kota L'Aquila, Italia, mengenang para korban gempa. Dengan kekuatan 6,3 pada skala Richter, gempa mengguncang kota itu satu tahun lalu (6 April 2009).

default

Warga L'Aquila mengenang korban gempa

Di jalan utama memasuki kota L'Aquila terjadi pertikaian. Kepala polisi L´Aquila memerintahkan untuk memblokir jalan bagi 20 hingga 30 warga yang dengan gerobak dorong hendak masuk ke kota. Alasannya, terlalu banyak bangunan terancam runtuh. Dan hari itu adalah hari pemilu, karena itu aksi demonstrasi tidak diizinkan. Pemimpin gerombolan pembawa gerobak dorong itu memperolok polisi. Ia berlutut di depan polisi memohon agar diperbolehkan masuk. Akhirnya mereka diizinkan juga, karena terlampau banyak wartawan yang menyaksikan kejadian itu.

Seorang ibu menceritakan, "kami berdemonstrasi untuk menunjukkan bagaimana keadaan L'Aquila yang sebenarnya. Yaitu tidak seperti yang dipaparkan pemerintah. Aksi ini kami lancarkan setiap hari Minggu untuk mengingatkan agar pembangunan kembali dilakukan segera karena belum dimulai sama sekali.“

Anak-anak memanjati tumpukan puing dan melempari puing-puing ke atas gerobak dorong. Mereka membereskan sendiri semuanya. Tim penolong telah ditarik dari L'Aquila dan sejak itu pembangunan kembali ditangani langsung oleh pemerintah daerah. Kini tidak ada kemajuan sama sekali.

Satu tahun setelah gempa, L'Aquila menjadi seperti kota hantu. Padahal waktu itu pemerintah menjanjikan segera memulai dengan pembangunan kembali. Namun bangunan rumah-rumah baru yang diinstruksikan Perdana Menteri Silvio Berlusconi, tidak sesuai dengan konsep lama tata kota sebelumnya. Antonio di Giandomenico menceritakan, tahun lalu sekitar 52.000 warga menjadi tuna wisma. Itu lebih dari setengah jumlah penduduk L'Aquila keseluruhan. Kebanyakan tinggal di hotel, tangsi atau rumah penduduk di kawasan lain.

Seorang warga lain menceritakan, "sampai sekarang saya masih tinggal di tempat yang saya upayakan sendiri. Untuk tempat tinggal itu, saya harus membayar sendiri 600 Euro sebulannya. Kami sekarang tinggal Giulianova. Letaknya sedikit lebih jauh dan memang ini keputusan saya sendiri. Tetapi setiap hari Minggu saya kembali ke teman-teman di kota lama.“

Sebuah tenda putih besar berdiri di lapangan katedral. Di situ nampak sebuah spanduk bertulisan „Kita ambil lagi kota kita.“ Gedung-gedung di sekelilingnya tidak boleh dimasuki kecuali kedai kopi milik Nurzia bersaudara dan gereja Santa Maria del Suffraggio. Di depannya ada tugu peringatan bagi 308 korban tewas, yang disumbangkan oleh pemadam kebakaran dari kawasan lain. Pembangunan untuk memulihkan kembali kecantikan pusat kota L'Aquila yang memikat itu, memerlukan waktu yang sangat lama dan biaya yang cukup tinggi.

Secara keseluruhan bantuan bagi korban L'Aquila berjalan lancar. Jika dibandingkan dengan kawasan gempa lainnya seperti di Irpinia, Italia selatan, 30 tahun lalu, jumlah korbannya mencapai sepuluh kali lipat daripada di L'Aquila. Hingga kini sejumlah warganya masih tinggal di kontainer. Selain itu, pemerintah Italia masih membayar pajak khusus bagi korban gempa di kota Messina. Kota itu dinguncang gempa tahun 1908.

Gregor Hoppe / Andriani Nangoy

Editor: Asril Ridwan