1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peringatan Berdarah di Mesir

Menandai satu tahun pemberontakan Ikhwanul Muslimin yang menjadi aksi pertumpahan darah terburuk dalam sejarah Mesir, aksi unjuk rasa kembali pecah.

Empat demonstran dan seorang polisi tewas di Kairo pada hari Kamis (14/08). Kementerian kesehatan mengatakan belasan demonstran lainnya luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan keamanan. Lima orang terluka dalam pertempuran di luar ibukota.

Sebuah pernyataan kementerian dalam negeri mengatakan, seorang anggota polisi juga tewas dalam bentrokan itu dan satu orang lainnya luka-luka. Disebutkan, 114 anggota Ikhwanul Muslimin yang melakukan aksi protes di seluruh negeri ditangkap pada hari Kamis (14/08).

Ikhwanul Muslimin, gerakan politik terorganisir di Mesir dinyatakan sebagai organisasi teroris tahun lalu dan sayap politiknya dilarang pekan lalu.

Kekerasan yang terpolarisasi

Aksi kekerasan telah terpolarisasi sejak militer menggulingkan presiden terpilih Mohamad Mursi tahun lalu setelah kebangkitan protes massa terhadap pemerintahannya.

Ratusan pendukung Mursi, yang merupakan anggota Ikhwanul Muslimin terbunuh dan ribuan di antaranya ditahan sejak dia digulingkan: ini merupakan jumlah kematian terbesar yang terjadi dalam satu tahun.

Serangan militan juga telah meningkat sejak Mursi digulingkan. Militan Sinai yang membunuhi tentara dan polisi yang berjuang untuk memadamkan pemberontakan.

Menanti investigasi PBB

Para pendukung Mursi tidak bisa menerima atas tewasnya ratusan rekan mereka dalam serangkaian demonstrasi menuntut militer mengembalikan kekuasaan Mursi.

Pekan ini , Human Rights Watch mengatakan bahwa aksi pembunuhan di Mesir dilakukan secara sistematis, diperintahkan oleh pejabat tinggi dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Organisasi HAM itu menyerukan PBB untuk melakukan penyelidikan.

ap/ml(rtr/afp)

Laporan Pilihan