1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perekonomian Indonesia Mulai Bergerak Naik

Setelah bertahun-tahun mengalami kemunduran, perekonomian Indonesia mulai membaik pada kuartal ketiga tahun ini. Presiden Jokowi tahun ini saja beberapa kali mengeluarkan paket penopang ekonomi.

Selama setahun ini, pemerintah menggerakkan dana besar untuk melakukan investasi di berbagai bidang. Dampaknya mulai tampak sekarang. Indikator ekonomi bergerak naik, setelah sebelumnya mencapai titik terendah selama 16 tahun terakhir.

Para pengamat ekonomi memperkirakan, trend perbaikan akan bertahan hingga akhir tahun, setelah mengalami masa-masa sulit dalam 12 bulan terakhir..

Badan Pusat statistik (BPS) menyebutkan, perekonomian pada kuratal ketiga (Juli-September) tumbuh 4,73 persen. Artinya lebih tinggi dari periode yang sama setahun sebelumnya, yaitu 4,67 persen.

"Momentum untuk bangkit sudah mulai muncul," kata ekonom Bank Central Asia David Sumual kepada kantor berita AFP.

Dia menjelaskan, belanja pemerintah dan dimulainya proyek-proyek infrastruktur besar, disertai meningkatnya produksi semen, akhirnya menopang kegiatan ekonomi nasional.

Tapi untuk bisa stabil, Indonesia perlu pertumbuhan ekonomi sampai 7 persen, seperti dijanjikan Presiden Joko Widodo pada kampanye pemilihan presiden.

Pemerintahan Presiden Jokowi berusaha keras mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang berasal dari perkembangan ekonomi global, seperti kelesuan ekonomi yang berdampak pada Amerika Serikat dan Cina, dan krisis utang di Eropa.

Cina dan Amerika Serikat juga sempat terlibat perang nilai tukar mata uang. Pemerintah Cina lalu menerapkan kebijakan nilai tukar rendah (devaluasi). Sementara itu Amerika Serikat tetap menerapkan politik suku bunga rendah dan subsidi terhadap perusahaan-perusahaan penting.

Situasi di dalam negeri jadi makin rumit, ketika kekuatan-kekuatan politik yang beroposisi saling jegal.

Indonesia terakhir kali mencapai pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen pada tahun 2009. Setelah itu, perekonomian terus melemah.

Perkembangan positif pada kuartal ketiga 2015 terutama ditopang oleh meningkatnya belanja pemerintah dan konsumsi rumah tangga.

Namun struktur perekonomian masih menunjukkan ketimpangan besar. Kelompok Pulau Jawa (58,27 persen) dan Sumatera (22,37 persen) bersama-sama menyumbangkan lebih dari 80 persen PDB. Sedang kontribusi Pulau Kalimantan misalnya hanya mencapai sekitar 8 persen.

Laporan Pilihan