1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perdagangan Anak Meningkat Drastis

Perdagangan manusia secara global kini semakin meningkat. Menurut informasi Badan PBB untuk Anak-Anak UNICEF, saat ini lebih dari 25 persen korban yang ditemukan adalah anak-anak.

Berlin/ Anne Luetkes, Vorstandsmitglied von Unicef Deutschland, und Joerg Ziercke, Praesident des Bundeskriminalamtes, am Donnerstag (10.01.13) in Berlin waehrend einer Pressekonferenz von Unicef Deutschland und der Kinderschutzorganisation ECPAT zu den Hintergruenden des weltweiten Kinderhandels. Immer mehr Kinder und Jugendliche werden weltweit Opfer von Menschenhandel. Rund 27 Prozent der entdeckten Opfer sind inzwischen Minderjaehrige, wie Unicef Deutschland am Donnerstag in Berlin auf Grundlage von Informationen aus 132 Staaten mitteilte. Zwei Drittel von ihnen seien Maedchen. In den Jahren 2003 bis 2006 habe der Anteil der Minderjaehrigen noch bei rund 20 Prozent gelegen. (zu dapd-Text) Foto: Maja Hitij/dapd

Anne Lütkes dari UNICEF di Berlin dan Jörg Ziercke, Presiden Jawatan Kriminal Jerman

UNICEF melaporkan bisnis perdagangan anak-anak dan remaja diperkirakan bernilai miliaran Euro. Kasus perdagangan manusia yang merupakan perbudakan modern terhadap anak-anak dan remaja kini meningkat secara tegas di seluruh dunia.

Badan PBB yang melindungi hak-hak anak-anak itu dan Jawatan Kriminal Jerman di Berlin mempublikasikan data-data terbaru menyangkut masalah tersebut. Menurut laporan UNICEF, saat ini lebih 25 persen korban perdagangan manusia yang berhasil ditemukan adalah anak-anak dan remaja. Dua pertiga dari jumlah itu adalah anak perempuan. Demikian diungkapkan Anne Lütkes, pemimpin UNICEF Jerman di Berlin.

Selanjutnya dikatakan bahwa laporan tersebut berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 132 negara. Ditambahkan bahwa dari tahun 2003 sampai tahun 2006, jumlah korban di bawah umur masih berkisar 20 persen.

Puncak gunung es

ARCHIV - Ein kleines Mädchen macht Straßenmusik (Archivfoto vom 30.07.2007, Illustration zum Thema Kinderarbeit). nnerhalb der EU verschwinden alljährlich zahllose Kinder, die möglicherweise Opfer des ständig wachsenden Menschenhandels wurden. Das geht aus einem Bericht hervor, den die Europäische Grundrechte-Agentur FRA am Dienstag (07.07.2009) vorgelegt hat. Wie die FRA beklagt, gibt es sowohl im Rechtsrahmen der EU als auch auf Ebene der Mitgliedstaaten bisher keine klare Definition des Kinderhandels. In ihrem Report, der auch im Internet veröffentlicht wurde, gibt die FRA einige Beispiele für die Form der Ausbeutung von Kindern und Jugendlichen innerhalb der EU. Bisher sei innerhalb der Union jedoch nur Kinderhandel «zum Zwecke der Ausbeutung der Arbeitskraft oder der sexuellen Ausbeutung» definiert. Foto: Rainer Jensen (zu dpa 0184 vom 07.07.2009) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Seorang anak mengamen di sebuah negara Uni Eropa

Namun disebutkan bahwa jumlah korban perdagangan manusia yang di antaranya juga orang dewasa, tidak diketahui dengan tepat mengingat luasnya ruang lingkup wilayah hitam itu. Lütkes menambahkan, diperkirakan korbannya berjumlah jutaan orang.

Bentuk eksploitasi korban yang paling sering adalah pelacuran paksa dan pekerja paksa. Komisi Eropa memperkirakan, keuntungan yang diraup melalui perdagangan manusia di dunia lebih dari 25 miliar Eropa per tahun.

Di Eropa terutama anak-anak dan remaja dari Eropa Tenggara, seperti Rumania atau Bulgaria, yang menjadi korban perdagangan manusia. Mereka dibujuk dengan janji yang muluk untuk pergi ke Eropa Barat, kemudian dipaksa menjadi pekerja seks, dieksploitasi secara brutal dan terpapar kekerasan, ujar Lütkes.

Hal ini juga dibenarkan Jörg Ziercke, presiden jawatan kriminal Jerman. Kebanyakan dari korban perdagangan manusia yang ditemukan polisi Jerman dalam razia tahun 2011, berusia di bawah 21 tahun, ujar Ziercke. Dua belas persen berumur antara 14 dan 17 tahun, 13 korban bahkan lebih muda dari 14 tahun.

Ziercke juga berasumsi bahwa jumlah korban sebenarnya lebih tinggi. Menurut Jawatan kriminal Jerman, jaringan penjahat yang terlibat dalam perdagangan manusia itu terdiri dari kelompok profesional penyelundup manusia, mucikari, pekerja seks, pencuci uang dan pemalsu dokumen.

CSF/AS(dpa, dapd, kna, epd)

Laporan Pilihan