1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peraturan Perbankan Picu Perdebatan Panas di Davos

Forum Ekonomi Dunia di Davos, yang berakhir hari Minggu (31/01), disebut-sebut sebagai kelompok debat paling mahal di dunia - banyak hal yang dibicarakan - tetapi tidak ada hasil konkritnya.

default

Direktur Deutsche Bank Josephh Ackermann dalam konferensi pers di Davos

Para bankir yang berangkat ke Davos sebenarnya memiliki misi yang jelas. Mereka ingin memprotes peraturan perbankan yang dianggap terlalu banyak dan membingungkan. Direktur Deutsche Bank Joseph Ackermann termasuk diantaranya. "Kami menganggap bukan lah hal yang bijak jika ada pihak yang terus mengajukan usulan peraturan baru, pajak baru. Ini membuat situasi dalam sektor keuangan menjadi tidak stabil," demikian dikatakan Ackermann.

Pihak yang dimaksudkan di sini adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Seminggu yang lalu, Obama yang tidak hadir di Davos, mengusulkan agar kegiatan bank-bank besar dipecah dan melarang mereka untuk melakukan bisnis dengan keuntungan besar atas nama bank itu sendiri. Usulan Obama telah mendapat dukungan dari Presiden Perancis Nicholas Sarkozy. Sarkozy menambahkan bahwa negara yang akan menjalankannya harus melalui koordinasi G20, gabungan negara industri dan ambang industri.

Para bankir berusaha melakukan berbagai cara untuk menghindarkan terwujudnya suatu undang-undang baru berdasarkan usulan Obama tersebut. Beberapa pembicaraan di luar forum bersama politisi keuangan dan ekonomi bahkan dilakukan di lobi-lobi hotel.

"Bank-bank dan politisi sepakat untuk aktif dalam mewujudkan dana jaminan bagi bank nasional dan Eropa. Kami juga siap untuk kembali membicarakan gaji manajer. Strukturnya telah kami ubah, tetapi tidak batas maksimalnya," dikatakan Ackermann.

Tetapi sebenarnya, diantara para bankir sendiri, belum ada kesepakatan seperti yang dikatakan oleh Ackermann. Beberapa bank investasi ingin melawan dengan segala cara pembatasan peraturan bagi kegiatannya. Sementara bank-bank di Eropa telah menyudahi perlawanannya sejak lama.

Ketidaksepakatan tidak hanya terjadi diantara bank-bank saja. Juga diantara pemerintah. Seperti misalnya, haruskah peraturan kegiatan bank berlaku di seluruh dunia? Atau cukupkah jika setiap negara melakukan sesuatu bagi negaranya sendiri? Perdebatan ini terus diangkat di Davos.

Pemenang hadiah penghargaan Nobel bidang ekonomi Joseph Stieglitz tahu jawabannya. "Bisa dibilang, kesepakatan global tentu saja lebih baik. Saya khawatir pihak Amerika akan mengatakan, sekarang giliran Eropa. Sementara Eropa bilang, sekarang giliran Amerika. Para bankir senang dengan hal semacam ini. Mereka tahu, jika tidak tercapai kesepakatan, maka tidak akan ada peraturan. Karena itu kita harus mulai dalam tingkat nasional. Setiap negara memiliki tanggung jawab melindungi warga dan keuangannya."

Kesepakatan yang ada dari pertemuan di Davos hanyalah pengertian antar para peserta forum bahwa pemulihan ekonomi yang labil mulai berjalan, tetapi tidak ada konsensus mengenai cara mewujudkan lapangan kerja atau mencegah krisis ekonomi global berikutnya. Pendiri forum Klaus Schwab menutup pertemuan tersebut dengan seruan kepada para pemimpin bisnis dan negara untuk bercermin kembali akan nilai-nilai moral dan tanggung jawab sosial.

Manfred Götzke/Vidi Legowo-Zipperer

Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan