1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Perang Singkap Ketergantungan Energi Jerman pada Rusia

11 April 2022

Sebagian besar infrastruktur migas di Jerman dimiliki perusahaan asal Rusia. Kesepakatan energi antara Rusia dan Jerman dulu dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga hubungan damai dengan rezim Vladimir Putin.

https://p.dw.com/p/49lEe
Fasilitas penyimpan gas Astora di Rehden menyimpan sekitar 20 persen dari total penyimpanan gas yang ada di Jerman
Fasilitas penyimpan gas Astora di Rehden menyimpan sekitar 20 persen dari total penyimpanan gas yang ada di JermanFoto: Mohssen Assanimoghaddam/dpa/picture alliance

Perang yang meletus di Ukraina telah menyingkap bahwa selain terhadap gas, Jerman juga sebagian besar bergantung kepada modal dari Rusia atas kilang, pipa, dan infrastruktur migas yang ada di negara itu.

Perusahaan energi multinasional asal Rusia, Gazprom dan Rosneft, adalah pemain kunci dalam industri energi di Eropa. Sejumlah kesepakatan energi antara Rusia dan Jerman lama dilihat sebagai bagian dari kebijakan Jerman untuk menjaga hubungan damai melalui kerja sama ekonomi dengan pemerintahan Vladimir Putin.

Namun, kini hubungan damai ini dinilai sedang berada di ambang "keruntuhan," demikian laporan majalah berita Jerman Der Spiegel, dikutip dari kantor berita AFP.

Para politisi Jerman sekarang "harus menghadapi fakta bahwa mereka tidak membawa agen perubahan, tetapi mungkin membawa kuda troya dari Kremlin," lanjut laporan itu.

Jerman ambil alih

Pada awal April, pemerintah Jerman mengambil langkah yang belum pernah diambil sebelumnya yakni mengambil alih sementara menajemen anak perusahaan Gazprom di Jerman.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pun menyetujui langkah itu dengan mengatakan bahwa hal itu sebagai langkah melayani "ketertiban umum dan keamanan nasional."

Fasilitas penyimpanan gas Gazprom di Jerman yang terletak di Rehden, Niedersachsen, menyimpan sekitar 20 persen dari total penyimpanan gas yang ada di Jerman. Sebelumnya, fasilitas penyimpanan gas tersebut dimiliki oeh grup Jerman BASF sampai tahun 2015, hingga akhinya dijual ke Astora, anak perusahaan Gazprom.

Fasilitas ini memiliki kapasitas empat miliar kubik meter dan dinobatkan sebagai fasilitas penyimpanan gas terbesar di Eropa. Namun, tangkinya saat ini hanya terisi setengah penuh. Gazprom dicurigai telah dengan sengaja menjaga kapasitas tangki tetap rendah di tengah invasi Rusia ke Ukraina.

Astora juga memiliki penyimpanan fasilitas tambahan di Jemgum, dekat perbatasan Belanda, dan di Haidach, Austria.

Banyak operator dimiliki oleh Rusia

Gascade adalah salah satu jaringan operator distribusi gas terbesar di Jerman, yang 50,03% persen kepemilikannya ada di tangan Gazprom Germania. Gascade memiliki jaringan pipa sepanjang 3.200 kilometer yang mendistribusikan gas-gas ke kota-kota di seluruh Jerman dan dikenal sebagai "pusat transportasi gas alam Eropa."

Selain itu, jalur pipa Eropa Utara atau North European pipeline (NEL) dan jalur pipa Laut Baltik (OPAL) dimiliki oleh perusahaan Wiga Transport, yang lagi-lagi, 49,98% sahamnya dimiliki oleh Gazprom Germania.

Sisa kepemilikan Wiga Transport pun dipegang oleh perusahaan German Wintershall Dea Group, yang mana sepertiga kepemilikannya dimiliki oleh oligarki Rusia Mikhail Fridman. Fridman sendiri masuk ke dalam target sanksi yang dijatuhkan Barat baru-baru ini.

Wingas, perusahaan lainnya yang sepenuhnya dimiliki oleh Gazprom Germania, juga memiliki pangsa pasar sekitar 20 persen dan memainkan peran penting dalam distribusi gas ke Jerman.

Untuk sementara operasi Gazprom Germania masih di bawah kendali negara hingga 30 September mendatang, di mana pemerintah harus memutuskan apakah akan mengambil alih sepenuhnya atau dijual kepada pemilik baru.

Setali tiga uang dengan industri minyak mentah

Perusahaan minyak Rosneft mengklaim menguasai seperempat dari semua impor minyak mentah Jerman dan memiliki mayoritas saham Kilang PCK di Schwedt, timur laut Berlin.

Kilang PCK dapat memproses sekitar 11,6 juta ton minyak mentah per tahun, yang berarti sekitar 11 persen dari total konsumsi minyak Jerman. Pada akhir tahun 2021, Rosneft mengumumkan rencana untuk meningkatkan kepemilikannya di Kilang PCK dari 54 menjadi 92 persen dengan membeli saham dari Shell.

Kantor Kartel Federal Jerman menyetujui transaksi itu beberapa hari sebelum dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, tetapi Kementerian Ekonomi sedang memeriksa, apakah transaksi itu masih dapat dihentikan.

Rosneft juga memegang 24 dan hampir 29 persen saham di dua kilang besar Miro dan Bayernoil di selatan Jerman.

Seperti Gazprom di sektor gas, Rosneft adalah distributor utama di sektor perminyakan, menyuplai 4.000 pelanggan utama di Jerman.

rap/hp (AFP)