1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Perang Lawan ISIS Mulai Libatkan Turki

Turki terpaksa harus terlibat langsung dalam perang melawan ISIS. Gempuran para jihadis kini sudah mendekat hingga perbatasan Turki-Suriah.

Perang melawan kelompok teror Islamic State kini memasuki babak baru dan makin menyeret Turki untuk berpartisipasi aktif. Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Kobani, kawasan perbatasan antara Suriah dan Turki yang jaraknya hanya 5 kilometer ke kawasan Turki hari Rabu (1/10).

Bombardemen dinilai krusial, mengingat para jihadis Islamic State telah mengepung kawasan itu selama lebih dari 2 minggu. Ratusan ribu warga Kurdi dari kawasan telah mengungsi ke wilayah Turki. Jika kubu terakhir Kurdi itu jatuh ke tangan ISIS, diperkirakan 400.000 warga sipil harus mengungsi.

Turki siap kirim pasukan

Dimensi dan areal pertempuran yang makin mendekat ke wilayah kedaulatan Turki itu, menimbulkan tekanan baru terhadap pemerintah di Ankara untuk bereaksi lebih peka dan memainkan peranan lebih besar. Karena itulah pemerintah mengajukan proposal ke parlemen, yang intinya meminta persetujuan memperluas dan menambah kekuatan militer.

Disebutkan alasannya, untuk memungkinkan militer untuk menangkis serangan yang ditujukan ke Turki, oleh semua kelompok teroris dari Irak san Suriah. Konkritnya, proposal yang diajukan ke parlemen, adalah meminta mandat pengiriman pasukan Turki ke Irak dan ke Suriah.

Selain pengiriman pasukan lintas batas, Ankara juga meminta izin agar pasukan asing diperbolehkan memanfaatkan basis militer Turki, dalam operasi militer menumpas kelompok milisi ISIS.

Turki yang anggota NATO, sejauh ini menolak keterlibatan langsung dalam memerangi ISIS, dengan alasan, takut dituduh mencampuri urusan dalam negeri Suriah. Proposal dari pemerintah itu dibahas parlemen di Ankara Kamis (02/10) dan kemungkinan besar akan disetujui Dan dengan itu, perang melawan ISIS akan melibatkan Turki sebagai pemain berikutnya dalam konflik tersebut.

as/yf (rtr,afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan