1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peran Presiden Jerman: Kekuasaan Kecil tapi Pekerjaan Ribet

Presiden Jerman merupakan kepala negara, bukan kepala pemerintahan. Resminya jabatan presiden merupakan posisi tertinggi di Jerman. Presiden mewakili Jerman di dalam dan luar negeri.

default

Standarte des Bundespräsidenten

Biasanya media massa lebih 'ramah' kepada kepala negara, dibandingkan kepada politisi-politisi lainnya. Hal ini juga disebabkan karena presiden menghindari campur tangan dalam politik, terutama dalam tema-tema yang sering diperdebatkan berbagai partai politik. Presiden harus bertindak secara netral, kebanyakan pemegang jabatan presiden sampai sekarang memilih menonaktifkan keanggotaannya di partai politik. Bobot politik jabatan presiden Jerman jauh lebih rendah daripada presiden Amerika Serikat, Perancis atau Rusia, yang dipilih langsung oleh rakyat.

Pembatasan kekuasaan politik ini merupakan konsekuensi dari zaman kekuasaan Nazi. Hal ini ditetapkan setelah Perang Dunia ke-2. Dulu di masa Republik Weimar, Presiden Paul Hindenburg menunjuk Hitler sebagai kanselir dan menyetujui pembubaran Parlemen Jerman Reichstag. Dengan pengalaman ini para "bapak dan ibu" undang-undang dasar Jerman, yaitu Dewan Parlemen dengan 65 anggota yang menyempurnakan dan menetapkan konstitusi Jerman, sepakat untuk membatasi peranan presiden Jerman.

Di dalam negeri, presiden Jerman terutama hadir pada saat pemilihan politisi paling penting di negara berbentuk federasi ini, yaitu ketika pemilihan kanselir Jerman. Presiden memberikan masukan kepada Parlemen, kandidat mana yang akan diajukan. Tapi sampai sekarang belum ada kejutan dalam hal ini, karena masukan ini selalu dibicarakan terlebih dahulu dengan partai-partai yang dapat membentuk pemerintahan mayoritas. Jika kanselir Jerman harus mundur sebelum habis jabatannya, karena parlemen tidak bisa lagi mempercayai sang kanselir, maka presiden Jerman bisa membubarkan parlemen dan melangsungkan pemilihan baru. Ini terjadi di tahun 2005, pada akhir pemerintahan Kanselir Schröder.

Sebuah tugas politis penting lain presiden Jerman adalah mengawasi, apakah undang-undang yang ditetapkan sejalan dengan konstitusi. Selain itu, presiden juga punya hak pemberian pengampunan.

Dalam penampilannya di publik, presiden Jerman terutama perlu menggunakan kekuatan kata-kata. Ia mencoba mendorong debat masyarakat yang dianggap penting. Kunjungan-kunjungan kenegaraan, yang diorganisir dengan biaya tinggi, sering kali membuka jalan untuk memperbaiki hubungan bilateral dan juga membuka pintu bagi kemajuan ekonomi Jerman.

Bernd Gräßler/Anggatira Gollmer

Editor: Yuniman Farid