1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Peran NGO Penting Bagi Konferensi Rio 2012

NGO bukan lagi sekedar pengamat politik internasional. Konferensi NGO PBB di Bonn menunjukkan, masyarakat sipil internasional kini termasuk pembuat kebijakan.

default

Konferensi LSM PBB di Bonn 2011

Konferensi LSM PBB di Bonn yang berakhir Senin lalu (5/8) mencapai kesepakatan, bahwa dominasi model ekonomi di era globalisasi tidak bisa digunakan lagi. Para peserta konferensi menuntut perekonomian berkesinambungan sebagai landasan pembangunan di abad 21. Aktivis HAM dan lingkungan asal India, Vandana Shiva, menjabarkannya sebagai berikut : "Bahaya terbesar bagi planet kita adalah kerakusan dan kekuasaan perusahaan besar. Kita membutuhkan perubahan sistem dalam ekonomi dunia yang juga harus berorientasi pada kebutuhan manusia dan lingkungan."

Tantangan Pembangunan Tidak Hanya Iklim dan Lingkungan

Delegasi dari 70 negara bertemu di Bonn untuk membahas rekomendasi bagi konferensi lingkungan dan pembangunan di Rio de Janeiro Brasil tahun 2012 mendatang. Tema yang dibahas terlalu banyak. Ini menunjukkan betapa sulit untuk mendefinisikan pembangunan berkesinambungan secara menyeluruh. Karena tidak hanya iklim dan lingkungan yang menjadi tantangan bagi pembangunan global berkesinambungan. Melainkan juga HAM, hak atas pangan, hak sosial, pembagian yang adil atas sumber daya alam yang semakin berkurang dan tanggung jawab global bagi masa depan generasi mendatang dan planet bumi.

Vanessa Timmer dari NGO Kanada 'One Earth Initiative' menegaskan, pada dasarnya semua sistem dan produk yang digunakan harus diuji coba terlebih dahulu. "Menurut saya, konferensi di Rio adalah forum dimana kita bisa berbicara tentang kebiasaan hidup kita dan cara kita mengubahnya. Saya ingin agar kesepakatan di Bonn juga merujuk pada kebiasaan hidup berkesinambungan. Di konferensi Rio pertama tahun 1992, kebiasaan konsumen dan tema kemasyarakatan tidak dianggap penting. Saya rasa, sekarang kita siap untuk diskusi ini."

Keterlibatan Warga Sipil Lebih Penting dari Politisi

Diskusi ini telah dilakukan para NGO di negaranya masing-masing. Mereka mencoba mempengaruhi pemerintah. Hingga bulan November, pemerintah punya waktu untuk mengajukan usulan mereka bagi KTT di Rio de Janeiro kepada PBB. Bagi NGO ini berarti mereka memasuki putaran menentukan untuk mengajukan ide, visi dan pemikiran mereka.

Departemen informasi publik PBB, DPI, yang menggelar konferensi di Bonn berulang kali menegaskan, betapa pentingnya peran masyarakat sipil. Bahkan menurut ilmuwan pertanian Bernward Geier yang mewakili NGO Jerman di konferensi Bonn, mereka lebih penting dari politisi. "Jika konferensi di Rio gagal, maka kita harus memulai kembali. Tidak ke perundingan baru. Kami, warga dunia, harus mengambil alih. Jika Rio gagal, ini karena pemerintahan, ekonomi dan politisi gagal. Kami, masyarakat sipil, tidak akan gagal di Rio."

Helle Jeppesen / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Agus Setiawan