1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penyidikan Kasus Suap Rolls Royce ke Indonesia dan Cina Diperluas

Rolls-Royce awalnya dituduh membayar suap untuk memenangkan kontrak di Cina dan Indonesia. Tommy Suharto disebut menerima suap US$ 20 juta dan mobil mewah. Sekarang kasusnya diperluas sampai Brasil dan Nigeria.

Lembaga Anti korupsi Inggris Serious Fraud Office (SFO) memperluas penyidikan kasus suap perusahaan Inggris Rolls Royce sampai ke Nigeria. SFO memeriksa apakah Rolls Royce menyogok pejabat Nigeria untuk memenangkan tender pembangunan infrastruktur energi tahun 2013.

Penyidikan SFO terhadap Rolls Royce berawal dari tuduhan bahwa perusahaan itu membayar uang sogok milyaran untuk memenangkan tender di Indonesia dan Cina. Kasus itu kemudian melebar ke Brasil. Mantan karyawan perusahaan minyak Brasil Petrobras, Pedro Barusco, mengatakan kepada polisi, Rolls Royce memberinya setidaknya US$ 200.000 sebagai uang suap. Kesaksian Barusco termasuk dalam 600 halaman dokumen yang dirilis oleh pengadilan federal di Brasil.

Rolls Royce mengakui bahwa SFO akhir meminta akses untuk menyelidiki dugaan penyimpangan yang melibatkan agen-agennya di di Indonesia dan China. Perusahaan itu antara lain duituduh menyogok eksektutif Air China dan China Eastern Airlines untuk memenangkan tender dari 2005 dan 2010.

Bildergalerie Airlines Logo Garuda Indonesia

Rolls Royce dituduh menyuap Tommy Suharto 20 juta dolar AS untuk memenangkan tender Garuda Indonesia

Rincian tuduhan itu terbuka melalui pengakuan seorangwhistleblower, yang mengklaim bahwa produsen mesin jet terbesar kedua dunia itu telah menyuap Tommy Suharto, putra mantan presiden Suharto dengan uang senilai US$ 20 juta (£ 13m) dan sebuah mobil Rolls-Royce biru .

Tuduhan terhadap Tommy Suharto dibuat oleh mantan karyawan Rolls-Royce dalam serangkaian tulisan di internet. Perusahaan yang berbasis di Derby itu dituduh membayar suap pada 1980-an dan 1990-an untuk membujuk maskapai penerbangan nasional, Garuda, memesan mesin Rolls-Royce Trent 700.

Pengacara Tommy Suharto membantah tuduhan itu: "Dia (Tommy) tidak, dan tidak pernah, menerima uang atau mobil dari Rolls-Royce dan juga tidak pernah merekomendasikan mesin untuk Garuda, seperti yang dituduhkan. "

Indonesien Jakarta Tommy Suharto Hochzeit

Tommy Suharto dikenal dengan gaya hidup mewah ketika ayahnya berkuasa. Rolls Royce diberitakan menyuap Tommy pada 1980-an sampai 1990-an.

Pegawai yang menyampaikan tuduhan itu bekerja untuk Rolls Royce selama lebih dari 30 tahun, termasuk bertugas di Indonesia dan sekarang sudah pensiun. Dia mengungkapkan perkara uang suap itu karena kecewa setelah perusahaannya tidak mengindahkan keluhan-keluhan tentang metode kegiatan perusahaan yang dianggapnya tidak benar secara internal.

Setelah pensiun dini, pegawai bernama Dick Taylor lalu mempublikasikan sejumlah tuduhan terhadap Rolls Royce, yang sempat menjadi berita besar di Inggris, sehingga lembaga anti korupsi SFO tahun 2012 memulai penyidikan.

Rolls Royce sejak itu menyatakan siap bekerja sama sepenuhnya dengan FSO untuk mengungkap praktek korupsi dan manipulasi yang dilakukan oleh "pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab". Perusahaan itu lalu memulai penyelidikan internal sendiri tentang kegiatan-kegiatannya di Cina, indonesia dan Brazil.

Menghadapi tuduhan terbaru tentang praktek suap di Nigeria, Rolls Royce menyatakan siap bekerjasama dengan otoritas terkait untuk mengungkap kasus itu sepenuhnya. Tapi perusahaan saat ini tidak bisa memberi konfirmasi atau bantahan, karena penyelidikan sedang berjalan.

Di bursa London, saham Rolls Royce jatuh sampai hampir tiga persen, setelah muncul tuduhan terbaru itu.

"Ini sangat negatif untuk Rolls Royce, karena tuduhan menyogok dan malpraktek sekarang makin luas. Tidak hanya soal suap di sektor dirgantara (di Cina dan Indonesia), tapi sekarang menjalar ke sektor energi (di Nigeria dan Brasil), kata Christophe Menard, analis ekonomi dari KeplerCheivreux.

hp/rn (afp, fcpablog)

Laporan Pilihan