1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Media & Komunikasi

Penyedia Program Antivirus G Data Terus Lebarkan Sayap

Berawal dari usaha seorang mahasiswa 25 tahun yang lalu, kini G Data sudah menjadi perusahaan besar di Bochum dengan lebih dari 300 orang karyawan dan angka penjualan tak kurang dari 25 juta Euro pertahun.

default

Direktur riset data Ralf Benzmüller (kiri) dan juru bicara G Data Thorsten Urbanski

Hampir semua pengguna komputer pernah berurusan dengan virus. Apalagi bagi para pengguna internet. Bahkan setiap 2 detik, muncul jenis virus baru yang menghantui pengguna komputer. Kemalangan bagi para pengguna komputer, mendatangkan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan penyedia perangkat lunak anti virus.

Salah satu perusahaan yang mendulang keuntungan adalah G Data. Berbasis di Bochum, Jerman, G Data fokus terhadap solusi keamanan teknologi informasi. G Data bisa dibilang pemain lama di bidang proteksi virus. Mereka mulai menciptakan program antivirus pertama lebih dari 20 tahun lalu. Tahun 2010 ini, G Data merayakan hari jadi yang ke-25.

Bisnis anti virus adalah bisnis yang kompleks. Setidaknya itu menurut juru bicara G Data, Thorsten Urbanski. Kemampuan pencipta virus terus berkembang setiap saat. Departemen riset G Data harus selalu berusaha selangkah di depan mereka.

"Virus jaman sekarang tak sekedar menghapus data di komputer atau merusak program. Intinya pencipta virus sekarang tak hanya menyebar virus, namun juga mengambil data. Baik informasi kartu kredit, cetakbiru mesin, database pelanggan. Dan itu dilakukan diam-diam. Mereka memastikan program lain di komputer berjalan dengan baik. Seluruh berkas dikopi, lalu bisa dijual di forum-forum internet rahasia," papar Thorsten Urbanski.

Internet juga menjadi lahan permainan bagi G Data. Lagipula, menurut penelitian Biro Penyelidik Federal Amerika Serikat FBI, kejahatan dunia maya memutarkan uang lebih banyak daripada perdagangan obat bius. Tak hanya melayani pelanggan individual, lebih dari 50 persen pendapatan G Data datang dari program keamanan untuk perusahaan-perusahaan. Hebatnya, setiap pelanggan ditangani secara individu. Setiap kali virus muncul di komputer pelanggan, laporannya langsung dianalisa di klinik internet G Data di Bochum. Begitu analisa selesai, paket keamanan baru langsung dikirim ke pelanggan.

G Data memiliki sejarah sebagai usaha mahasiswa layaknya perusahaan-perusahaan raksasa Silicon Valley. Di tahun 1985, dua orang mahasiswa mempertunjukkan program proteksi komputer pertama di sebuah pameran dagang. Saat itu, komputernya masih komputer Atari. Pengunjung pameran pun menyambut program mereka dengan keraguan. Thorsten Urbanski mengingat, "Banyak orang yang saat itu bertanya, apakah perlu. Karena memang belum ada ancaman."

Hanya beberapa tahun kemudian, jutaan warga membutuhkan program anti virus. Berkat permintaan dari seluruh penjuru dunia yang terus bertambah sebesar 30 persen pertahun, kini solusi keamanan G Data dipakai pelanggan di lebih dari 60 negara. Mulai dari Australia hingga Cina, Jepang, Rusia dan Amerika. Tak berhenti disitu, G Data mulai merambah ke negara-negara Teluk.

Klaus Deuse/Carissa Paramita

Editor: Hendra Pasuhuk