1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penurunan Anggaran Kemlu Jerman

Anggaran belanja Kementrian Luar Negeri Jerman ke depan akan dikurangi. Apa dampak dari penurunan anggaran ini bagi kebijakan politik luar negeri Jerman?

default

Kanselir Jerman Angela Merkel (kanan) dan Menlu Guido Westerwelle

Rabu (24/11) parlemen Jerman lakukan perdebatan mengenai pemangkasan anggaran belanja. Jendela-jendela Jerman ke dunia internasional pada tahun 2011 ibaratnya tidak akan lagi terbuka selebar seperti sebelumnya. Anggaran untuk kebijakan luar negeri Jerman akan diturunkan 90 juta Euro pada tahun 2011 mendatang. Padahal anggaran belanja Kementrian Luar Negeri Jerman dapat dikatakan sudah kecil sekali, yaitu hanya satu persen dari keseluruhan anggaran belanja pemerintah.

Menurut pihak oposisi, pemerintah di sini melakukan penghematan pada tempat yang salah, misalnya pemangkasan bantuan pencegahan krisis, kemanusiaan dan berbagai kontribusi Jerman bagi badan-badan PBB serta bagi Komisi Tinggi PBB bagi Urusan Pengungsi UNHCR.

Kebijakan penghematan ini tidak sejalan dengan terpilihnya Jerman sebagai anggota tidak tetap pada Dewan Keamanan PBB saat ini. Demikian kritik Christoph Strässer, juru bicara fraksi Partai Sosial Demokrat urusan hak asasi dan bantuan kemanusiaan di parlemen Jerman, Bundestag : "Satu yang jelas: Kebijakan pertama pemerintah Jerman dan Bundestag setelah terpilihnya Jerman di Dewan Keamanan PBB adalah pemangkasan di semua sektor yang menyangkut PBB."

Juga kebijakan-kebijakan yang mendukung pengurangan senjata secara global, akan dirugikan akibat pemangkasan anggaran. Bagi anggota parlemen dari Partai Hijau Agnes Malczak, langkah penghematan ini merupakan kebalikan dari upaya pengurangan senjata yang disebut-sebut Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle. Ia melontarkan pertanyaan kepada Menlu dari Partai Liberal itu: "Kenapa anggaran pengurangan senjata diturunkan dari 61 juta menjadi 41, 8 juta Euro, jadi dipotong sepertiga?"

Kemudian Westerwelle menjawab dengan singkat, bahwa pemotongan dana dilakukan karena Rusia kini dapat menghancurkan sendiri senjata pemusnah masal yang tidak terpakai lagi, dan karena itu tidak lagi memerlukan bantuan Jerman.

Westerwelle selain itu tidak mau berbicara tentang pengurangan anggaran di kementriannya. Ia kemudian menganjurkan untuk menginterpretasikan angka-angka secara kreatif. Sangatlah membantu bila kembali menegok lima tahun belakangan ini, kata Menteri Luar Negeri Jerman: "Kalau dipukul rata, lima tahun terakhir ini kita bahkan di atas level rata-rata. Karena itu, adalah benar bila kebijakan politik ini diteruskan. Dan ini juga jelas berlaku bagi sektor kebijakan politik kebudayaan kementrian luar negeri. Sektor ini bahkan mengalami peningkatan pada tahun depan dibandingkan dengan awal tahun ini. Ini sengaja dilupakan karena orang hanya melihat angka-angka akhirnya saja."

Rencana pemerintah untuk melakukan pemangkasan anggaran lembaga kebudayaan Jerman di luar negeri, Goethe-Institut, berhasil digagalkan komisi anggaran Bundestag, meskipun dengan susah payah. Ini terutama berkat Peter Gauweiler, anggota parlemen dari Partai Sosialis Kristen CSU yang menilai dukungan bagi promosi bahasa Jerman di luar negeri penting. Ia menyebut bahwa jumlah orang yang berbahasa Jerman di Eropa Timur kini meningkat 39 persen, karena itu hasil ini harus dipertahankan dan diperluas.

Tetapi yang pasti, bantuan keuangan segera bagi wilayah bencana dan konflik akan berkurang tahun 2011. Organisasi-organisasi bantuan menyatakan kecewa mendengar berita itu. Pemangkasan dana bantuan merugikan orang termiskin dari yang sudah miskin. Demikian diungkapkan organisasi bantuan Jerman Caritas.

Nina Werkhäuser/Christa Saloh

Editor: Marjory Linbardy