1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pengungsi Suriah Membutuhkan Bantuan Segera

Situasi para pengungsi Suriah semakin memburuk. Pada sebuah konferensi di Kuwait, Liga Arab dan PBB berkeinginan untuk mengumpulkan dana bantuan. Eropa juga diminta berpartisipasi.

Tidak banyak yang diperlukan oleh para pengunsi Suriah untuk bertahan hidup: air minum, selimut, tenda untuk keluarga. Namun yang tersedia tidak mencukupi. Di kamp-kamp pengungsi di Yordania dan di perbatasan Suriah-Turki sangat kekurangan bahan dasar kebutuhan hidup.

Konferensi di Kuwait

Lage der syrischen Flüchtlinge in Jordanien

Pengungsi Suriah di penampungan di Yordania hidup di bawah kondisi yang sangat sulit

”Kita memerlukan tenda, selimut, peralatan dapur,“ dikatakan Sybella Wilkes dari badan PBB yang mengurusi masalah pengungsi UNHCR kepada Deutsche Welle. Bersama dengan Liga Arab, UNHCR berencana untuk menggelar konferensi donor internasional pada 30 Januari di Kuwait. Diharapkan dari konferensi ini dapat terkumpul dana bantuan untuk menyediakan kebutuhan mendasar bagi para pengungsi Suriah baik di dalam maupun di luar Suriah.

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak di Suriah, yang telah berlangsung hampir dua tahun, telah menyebabkan lebih dari dua juta warga harus meninggalkan rumah, desa atau bahkan harus meninggalkan Suriah. Musim dingin di wilayah ini, hujan lebat serta turunnya salju telah memperburuk situasi hidup warga Suraih dalam minggu-minggu terakhir.

Jutaan Warga Mengungsi

Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa, sejauh ini terdapat sekitar 600.000 warga Suriah yang mengungsi di negara-negara tetangga. Sebagian besar dari mereka ditampung di Yordania, Lebanon dan Turki. Dan jumlah pengungsi Suriah terus bertambah. “Setiap harinya, rata-rata 2.000 sampai 3,000 orang menyeberang perbatasan,“ dikatakan Sybelle Wilkes.

Kondisi memprihatinkan para pengungsi menjadi tantangan besar bagi organisasi bantuan, baik regional maupun internasional. Para pengungsi tidak saja membutuhkan bantuan materi dan medis, tapi juga bantuan keuangan, terutama pengungsi di Lebanon. Di negara ini mereka tidak tinggal di tempat penampungan, namun biasanya berlindung di tempat kerabat atau teman.

Situsai Kemanusiaan di Suriah

Krieg in Syrien ARCHIVBILD

Pertempuran yang tak kunjung henti menjadi hambatan pagi pekerja kemanusiaan

Tidak saja para pengungsi di luar Suriah yang menderita, rakyat Suriah yang terjebak dalam kekacauan di negara mereka juga menghadapi situasi yang sangat sulit. “Sesuatu yang bagi banyak orang merupakan barang biasa, bagi banyak warga Suriah merupakan barang mewah: air minum bersih, makanan, obat-obatan,“ dikatakan Rima Kamal, juru bicara Komite Internasional Palang Merah di Damaskus dalam sebuah wawancara dengan Deutsche Welle. “Permintaan bantuan sangan besar.“

Satu dari lima warga Suriah kini membutuhkan bantuan kemanusiaan, demikian menurut PBB. Sekitar empat juta orang membutuhkan bahan pangan, obat-obatan, listrik atau air, demikian disampaikan Kantor Tanggap Darurat PBB OCHA di New York, Amerika Serikat. “Situasi para pengungsi di Suriah sangat buruk,“ dikatakan Sybelle Wilkes dari UNHCR. “Minimnya keamanan merupakan hampatan besar bagi organisasi bantuan. Sebagian besar bantuan yang diterima warga Suriah, merupakan bantuan yang mereka terima dari warga Suriah lainnya.“

Harapan Bantuan dari Negara Teluk

Menurut keterangan, untuk paruh pertama tahun ini, organisasi bantuan membutuhkan dana lebih dari 1,5 miliar Dollar. UNHCR mengharapkan dukungan dana dari Eropa dan Amerika Utara – juga dari negara-negara lain.

“Kami akan merasa senang mendapatkan negara donor baru dari wilayah Teluk,“ dikatakan Sybella Wilkes. ”Namun terlepas dari mana uang itu berasal, yang pasti adalah bantuan sangat dibutuhkan secepatnya.“