Penghargaan Julius Hirsch Bagi Thomas Hitzlsperger | Olahraga | DW | 13.10.2011
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Penghargaan Julius Hirsch Bagi Thomas Hitzlsperger

Pemain sepakbola Jerman Thomas Hitzlsperger meraih penghargaan atas peranannya di dunia sosial. Dua perhimpunan olahraga juga mendapat penghargaan yang sama atas peran aktif mereka.

default

Thomas Hitzlsperger

Penghargaan besar bagi mantan pemain nasional Thomas Hitzlsperger. Pemain klub Wolfsburg ini dianugerahi penghargaan Julius Hirsch 2011 dari perhimpunan sepakbola Jerman DFB atas keterlibatannya melawan antisemitisme dan rasisme.

Hitzlsperger bercerita awal mulai ketertarikannya : "Dari masa aktif saya sebagai pesepakbola. Karena saya sendiri sejak awal bermain di luar negeri. Jadi saya tahu artinya menjadi orang asing dan berada di negara asing serta menghapus praduga tertentu."

Hitzlsperger pernah bermain di Inggris dan Italia. Kini ia mendapat penghargaan sebagai seorang penulis di situs internet 'Störungsmelder' atau 'pelapor gangguan'. Di situs ini, misalnya ada sebuah blog berjudul 'Kita harus bicara tentang Nazi'.

Ketua DFB Theo Zwanziger menyebut Hitzlsperger sebagai sosok yang bisa dijadikan panutan. "Ia menjalaninya. Ia berprestasi di klub, pemain nasional, pesepakbola yang luar biasa. Tetapi selain peran tersebut, ia juga memberi orientasi di dalam masyarakat."

Ada 61 proyek yang tahun ini bersaing memperoleh penghargaan Julius Hirsch. Peringkat pertama diraih Jugendinitiative Spiegelbild dari Wiesbaden, yang berusaha mempertahankan sejarah Jerman-Yahudi di ibukota negara bagian Hessen tersebut.

"Tidak hanya menunjukkan Yahudi sebagai korban, melainkan juga sebagai sosok yang aktif di masyarakat di tahun 20an, saat olahraga sepakbola mulai dikenal dan orang Yahudi menjadi bagian darinya. Ini hal yang sangat normal, seperti juga di bagian kemasyarakatan lainnya." Demikian menurut petugas urusan pendidikan Hendrik Hartemann.

Mereka yang terlibat dalam penelitian sejarah lokal khususnya adalah para pelajar. Hartemann mengatakan, "Ini tentu sesuatu yang istimewa, karena mereka masih muda. Tapi mereka bisa merasa terkait dengan sejarah, jika mendampingi mereka dan membebaskan mereka menemukannya dengan bahasa mereka dan kemungkinan yang mereka miliki."

Peringkat kedua diberikan kepada perhimpunan olahraga Gräfenberg, gabungan dari sembilan perhimpunan sepakbola. Mereka melakukan aksi bersama agar tidak ada lagi Neonazi yang berani muncul di kota kecil itu.

Untuk ketujuh kalinya, penghargaan mengenang Julius Hirsch diserahkan. Ia adalah pemain nasional Jerman Yahudi dan dibunuh tahun 1943 oleh Nazi di kamp konsentrasi Auschwitz Birkenau. Ketua DFB Zwanziger menegaskan : "Perang melawan kecenderungan radikal kanan, khususnya melawan rasisme, adalah pekerjaan jangka panjang. Karena itu, DFB harus memastikan, bahwa kemungkinan semacam itu tidak terjadi lagi."

Arnulf Boettcher / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Renata Permadi