1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Wajah Jerman

Pengemudi Bis - Marion Thoma

"Tak ada hari yang sama," kata Marion Thoma. Kedengaran seperti agak filosofis. Padahal dalam kenyataannya setiap hari perempuan yang berprofesi sebagai pengemudi bis ini melewati rute yang sama di kota Augsburg.

default

Setiap harinya, perempuan berusia 35 tahun ini melewati rute yang sama melewati pusat kota Ausburg; tanpa istirahat mengemudi bis selama tiga jam di tengah lalu lintas yang padat. Itu juga alasan, mengapa jalur ini tidak terlalu disenangi oleh pengemudi bis ini. Memang ia mengenal semua sudut jalan di rute tersebut. Tetapi mengendarai bis di pusat kota yang ramai menuntut konsentrasi yang tinggi - lebih-lebih karena bis gandeng yang dikemudinya memiliki panjang 18 meter. Dan walaupun situasi lalu lintas di pagi hari sering hiruk pikuk, dia tetap bersikap ramah dan selalu bersedia membantu.

Kebetulan

Tidak pernah terlintas dalam benak Marion untuk mencari pekerjaan lain. Lucunya, karirnya sebagai sopir bis sebenarnya dimulai secara kebetulan. “Saya membaca ada lowongan, mengirim lamaran dan diterima. Waktu itu saya melamar jadi pengemudi trem. Setelah lewat dua tahun saya membuat izin mengemudi bis. Kini saya bisa mengemudikan kedua-duanya.”

Sebelumnya, Marion Thoma bekerja sebagai sopir pengantar surat di München. Namun dia tidak bahagia dengan pekerjaan di kota besar yang penuh stres, di mana semuanya serba anonim. Dan di kota Ausburg yang hanya berpenduduk 250.000 orang, Marion mengaangap kehidupan baginya lebih menyenangkan. Untuk tempat tinggal, ia sengaja mencari daerah yang lebih tenang, yakni sebuah desa yang berjarak 30 kilometer dari Augsburg dan terletak dekat kota kecil Bobingen, kota kelahirannya. Dan dia benar-benar menikmati hidup di pedesaan.

Pilihan Yang Sulit

Di desa itu Marion Thoma hidup bersama suaminya yang juga seorang sopir bis. Pasangan ini belum dikarunia anak. Ini juga mungkin karena pandangan Marion Thoma sendiri terhadap karir dan keluarga. “Saya pikir, ini keputusan yang sulit dewasa ini. Saya bekerja dan saya kira, bekerja dan memiliki anak, keduanya tak akan berjalan bersamaan.”

Yang disenangi Marion Thoma dalam pekerjaannya adalah, ia bisa bertemu banyak orang setiap hari. Walupun banak juga pengalaman yang tidak menyenangkan bersama para penumpang. Kadang dia harus menyaksikan bagaimana anak-anak muda naik ke trem dengan alkohol di tangan lalu duduk di gerbong paling belakang dan tinggal selama berjam-jam hanya untuk mabuk-mabukan. Kalau menyaksikan semuanya ini di layar monitor, dia merasa tidak enak.

Menikmati Hal Yang Berbeda

Di luar pekerjaannya sebagai pengemudi bis, Marion Thoma juga kadang kala duduk di belakang kemudi. Namun dia berusaha memakai mobilnya sejarang mungkin, paling-paling hanya untuk pergi bekerja. Ia lebih suka mengendarai sepedanya, “Sudah cukup duduk sepanjang hari di balik kemudi.“ Untuk menjaga agar kondisinya tetap sehat, Marion Thoma juga melakukan jogging – sedapat mungkin setiap hari.

Namun dia baru bisa menikmati istirahat dan benar-benar merasa santaii kalau sedang berlibur. Dan tempat liburannya tak pernah sama. Wanita muda yang komunikatif dan selalu ingin tahu itu, ingin mengenal hal-hal baru, hal-hal yang masih asing baginya, sebelum dia kembali lagi dan menekuni pekerjaan rutinnya sehari-hari.

Georgios Pappas/Samuel Limahekin

Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan

WWW Link