1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pengadilan Perintahkan Penangkapan Musharraf

Pengadilan Pakistan, Kamis (18/4) memerintahkan penangkapan atas Pervez Musharraf atas keputusan kontroversial yang pernah ia buat tahun 2007, saat memecat para hakim ketika memberlakukan keadaan darurat.

Masih belum jelas, apakah serta kapan pensiunan jenderal itu akan ditangkap. Musharraf keluar dari pengadilan, tanpa menghadapi perlawanan dari pasukan keamanan yang melakukan pengawalan ketat dan menjauh mengendarai sebuah jip dengan ditemani para bodyguard-nya

Polisi membenarkan bahwa Musharraf menuju rumah pertaniannya di yang terletak di sudut ibukota.

“Hakim Shaukat Aziz Siddiqui memerintahkan bahwa jaminan sementara ditolak,” kata Qamar Afzal, pengacara Musharraf.

Kasus ini merupakan satu dari tiga kasus yang dituduhkan kepada Musharraf di pengadilan Pakistan. Ia juga dituduh terlibat konspirasi pembunuhan atas pemimpin oposisi Benazir Bhutto pada tahun 2007 serta bertanggung jawab atas kematian seorang pimpinan pemberontak Baluch selama operasi militer.


Dilarang Ikut Pemilu

Musharraf kembali ke Pakistan pada 24 Maret lalu setelah mengasingkan diri di Dubai dan London, sambil bersumpah akan ikut dalam pemilihan umum Mei mendatang dan meminta penangguhan penahanan dalam kaitannya atas ketiga kasus tersebut.

Tapi kepulangannya mendapat sambutan buruk karena dukungan bagi dirinya menguap sejak ia memutuskan mundur pada tahun 2008 setelah sembilan tahun berkuasa. Ia kembali ke negaranya menjelang pemilihan umum bulan depan, yang dilihat banyak orang sebagai momentum kunci proses transisi di negara pemilik senjata nuklir tersebut.

Pada hari Selasa, ia didiskualifikasi: tidak diperbolehkan ikut pemilu 11 Mei karena alasan hukum yang kini sedang membelit dirinya, mengakhiri ambisinya untuk kembali ke dunia politik dengan janji bahwa dirinya bisa “menyelamatkan” negara itu dari kemiskinan dan ketidakamanan.

Musharraf telah keluar masuk pengadilan di Karachi, Islamabad dan Rawalpindi sejak ia kembali pulang ke tanah airnya, namun para hakim sebelumnya selalu memperpanjang masa penangguhan penahanan.

Juru bicara Liga Muslim Pakistan yang mendukung Musharraf mengatakan bahwa para pendukung mereka terkejut dengan perintah penangkapan tersebut.

“Kami cukup yakin bahwa juri akan memperpanjang penangguhan, tapi kami terkejut saat hakim mengatakan bahwa penangguhan itu ditolak dan ia harus ditangkap,” kata juru bicara APML Muhammad Amjad.


Proteksi Militer

Kelompok HAM Human Rights Watch, menyerukan kepada otoritas militer untuk mengawasi Musharraf untuk memastikan bahwa bekas penguasa militer itu tidak akan melarikan diri.

“Tindakan jenderal Musharraf hari ini, telah menggarisbawahi pengkhianatannya terhadap proses hukum dan mengindikasikan asumsi bahwa bekas kepala angkatan bersenjata dan diktator militer itu bisa menghindari dari pertanggungjawaban atas berbagai penyelewengan,” kata direktur HRW Pakistan Ali Dayan Hasan.

“Berlanjutnya perlindungan dari militer bagi jenderal Musharraf akan menjadi olok-olokan atas klaim bahwa angkatan bersenjata Pakistan mendukung supremasi hukum dan akan semakin memperburuk reputasi tentang adanya masalah di dalam kelompok militer,” tambah dia.

ab/hp (ap/dpa/afp)

Laporan Pilihan