1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pengadilan Kabulkan Ekstradisi Mladic ke Mahkamah Kejahatan Perang

Sebuah pengadilan Serbia mengabulkan ekstradisi tersangka penjahat perang Yugoslavia, Ratko Mladic untuk diadili di Mahkamah Kejahatan Perang PBB di Den Haag. Putranya, Darko Mladic bersikeras akan mengajukan banding.

Mladic Dossier Bild 3

Ratko Mladic

Sebuah pengadilan Serbia mengabulkan ekstradisi tersangka penjahat perang Ratko Mladic ke Mahkamah Kejahatan Perang Yugoslavia di Den Haag, Belanda. Bekas jendral yang berusia 69 tahun itu dinilai memenuhi syarat untuk menghadapi proses persidangan, kata seorang hakim di Beograd.

Mladic dan tim hukumnya memiliki waktu tiga hari untuk mengajukan banding ke instansi yang lebih tinggi di Serbia.

Mladic ditangkap sehari sebelumnya di Serbia setelah menjadi buron selama bertahun-tahun. Pria yang diberi julukan "Jagal dari Balkan" itu didakwa oleh Mahkamah Kejahatan Perang PBB dengan tuduhan genosida dan pembantian terhadap warga muslim di Srebrenica 1995.

Keluarga Mladic Meminta Penangguhan Ekstradisi

Sebelumnya putra Mladic menilai ayahnya tidak mampu menjalani proses ekstradisi. "Kami sangat yakin, ia tidak bisa dideportasi dalam kondisi kesehatan seperti itu," kata Darko Mladic.

Keluarga Mladic sempat diizinkan menjenguk terdakwa sebelum proses pengadilan di Beograd berlangsung, "Ia sakit. Tangan kanannya separuh lumpuh, sisi kanan badannya kebas." Lagipula ayahnya "tidak bersalah," kata Darko.

Sidang dengar pendapat terhadap Mladic hari Kamis malam (26/5) ditangguhkan lantaran tuntutan tim pengacaranya dengan dalih kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan.

"Sekantung penuh obat-obatan"

Mladic berada dalam kondisi buruk, baik secara "psikis maupun psikologis," dan sebab itu tidak dapat berkomunikasi dengan pengadilan, kata pengacaranya Milos Saljic. Seorang jurubicara Mahkamah PBB di Den Haag mengatakan, pihaknya telah bersiap atas kemungkinan memburuknya kesehatan Mladic.

Kejaksaan Agung Serbia menyatakan, klaim keluarga Mladic soal masalah kesehatan hanyalah taktik untuk mengulur waktu.

Menurut laporan media-media Serbia, Mladic ketika ditangkap sedang membawa "sekantung penuh obat-obatan." Hal itu dilaporkan harian "Blic", Jumat (27/5), dengan mengutip seorang penyidik kepolisian. Sebagian besar obat-obatan tersebut harus menggunakan resep dokter. Setelah menjalani cek kesehatan, Mladic kini hanya akan mendapatkan obat-obatan yang khusus disediakan oleh tim dokter pemerintah.

Menurut "Blic", Mladic tidak melawan ketika akan ditangkap oleh aparat Serbia hari Kamis (26/5). Di rumah persembunyiannya di Lazarevo, di timur laut, terdapat sejumlah sanak keluarga. Operasi itu sendiri diikuti oleh agen dinas rahasia, BIA, dan satuan khusus yang dibentuk untuk memburu buronan tersangka penjahat perang.

Rizki Nugraha/dpa/rtr/afp
Editor: Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan