1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penembakan Maut di Pangkalan AS

Seorang tentara Amerika yang punya masalah kejiwaan menembak mati tiga orang dan melukai 16 lainnya sebelum akhirnya bunuh diri di pangkalan angkatan bersenjata Fort Hood, Texas.

Prajurit, yang selama ini dirawat karena depresi dan kecemasan, pergi ke dua bangunan di pangkalan dan menembakkan senjata sebelum ia berhadapan dengan polisi militer, kata komandan Fort Hood, Mark Milley.

Pria bersenjata, yang motifnya masih belum diketahui itu, kemudian menembak dirinya sendiri di bagian kepala dengan pistol kaliber 45, tambah dia.

“Pada saat ini tidak ada indikasi bahwa insiden ini terkait dengan terorisme,” kata Milley dalam konferensi pers.

Amuk ini merupakan aksi penembakan ketiga di pangkalan militer di Amerika dalam enam bulan terakhir. Peristiwa ini terjadi di tengah debat nasional mengenai perpanjangan aturan mengenai kontrol kepemilikan senjata api setelah rangkaian penembakan di tempat publik, seperti sekolah dan mal.

Para pejabat keamanan mengatakan informasi awal mengidentifikasi pria bersenjata itu sebagai Ivan Lopez, namun Milley menolak memberikan identitas penembak – yang dinyatakan sudah menikah – hingga keluarganya diberitahu.

Istri tersangka bersikap kooperatif dengan petugas hukum, demikian pernyataan pejabat Federal Bureau of Investigation (FBI) yang dikutip CNN.

Penembak itu pernah bertugas empat bulan di Irak pada 2011, kata Milley, dan juga menjalani evaluasi untuk masalah gangguan stress pasca trauma.

Hati remuk

The Scott & White Hospital di Temple, Texas, di mana sejumlah korban luka dirawat, mengatakan sembilan orang sedang berada dalam perawatan intensif, tiga orang dalam kondisi kritis. Korban lainnya dibawa ke rumah sakit lainnya.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ”hatinya remuk” melihat bahwa penembakan lainnya terjadi di pangkalan angkatan bersenjata Fort Hood.

“Kita akan menggali hingga ke dasar untuk memastikan apa yang terjadi,” kata Obama. ”Hati kita remuk karena hal seperti ini kembali terjadi.”

Penembakan terbaru di Fort Hood memunculkan sorotan mengenai rasa frustasi militer AS dalam upaya mengamankan pangkalannya dari potensi penembakan, yang semakin bertambah karena fasilitas militer dianggap sebagai target yang menarik.

ab/hp (afp,dpa,rtr)

Laporan Pilihan