1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Penelitian Humboldt Ungkap Penggunaan Doping di Jerman Barat

Sebuah studi milik Universitas Humboldt mengungkap praktik doping yang disponsori negara di Jerman Barat pada dekade 70-an. Publikasinya cukup berbahaya karena bisa mendulang lusinan gugatan hukum

Lazimnya Anabolika, Testosteron, Estrogen atau Eritropoietin alias EPO termasuk zat yang dilaknat di dunia olahraga. Tapi tidak untuk pemerintah Jerman Barat. Dalam sebuah studi milik Universitas Humboldt Berlin, olahragawan Jerman menggunakan doping "secara sistematis, terutama pada dekade 70-an," tulis harian Sueddeutsche Zeitung yang mengutip laporan setebal 800 halaman tersebut.

Laporan tersebut menguak kegiatan penelitian doping yang digerakkan oleh negara dan dibiayai dengan uang pajak. Penelitian tersebut berjalan nyaris saat yang bersamaan dengan aktivitas serupa di Jerman Timur. Saat ini belum ada bukti kongkrit terkait manipulasi stamina secara sengaja oleh atlet-atlet Jerman.

Pemerintah Jerman Barat ditengarai menekan tim dokter untuk memperbaiki performa para athlet jelang Olympiade 1972 di München. Harian Sueddeutsche Zeitung melaporkan berbagai jenis ujicoba dengan Anabolika, Testosteron, Estrogen atau EPO. Jika penelitian itu membuahkan hasil positif, tim dokter diyakini akan menggunakannya pada para atlet kendati risiko kesehatan yang besar.

No Flash Wolfgang Overath WM 1974

Tim nasional Jerman yang memenangkan Piala Dunia 1974 kini diduga ikut terlibat dalam program penelitian doping pemerintah, kendati belum ada bukti apapun terkait penggunaanya

Penyalahgunaan doping di Jerman Barat mencakup berbagai jenis bidang olahraga, mulai dari atletik Ringan hingga sepak bola. Para pemain yang ikut membawa Jerman Barat menjuarai Piala Dunia 1954, 1966 dan 1974 diduga ikut terlibat.

Laporan yang dikerjakan sejak 2008 bersama Federasi Cabang Olympiade Jerman (DOSB) itu sejauh ini belum dipublikasikan secara resmi. Pasalnya DOSB sendiri dan Institut untuk Ilmu Olahraga (BISp) mengajukan keberatan. "Saya memulai penelitian tersebut agar masa lalu doping di dunia olahraga Jerman Barat juga bisa diungkap. Kami akan menganalisa hasil studi ini secara intensif dan mengambil konsekuensinya," kata Presiden DOSB Thomas Bach.

Pasalnya laporan itu mencantumkan nama-nama dokter, fungsionaris, olahragawan dan politikus yang sebagian masih aktif. Sebuah publikasi diyakini akan mendulang lusinan gugatan hukum. Sebab itu para penliti menuntut perlindungan hukum, kendati ditolak.