1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Peneliti AS Temukan Mamalia Baru

Para ilmuwan di Amerika Serikat menemukan spesies mamalia karnivora baru pertama dalam kurun 35 tahun terakhir di belahan bumi bagian barat.

epa03825782 An undated Smithsonian institute handout photo made available 15 August 2013 shows the olinguito (Bassaricyon neblina), the first carnivore species to be discovered in the Americas in thirty-five years, at an undisclose location. The olinguito is the latest documented member of the family Procyonidae, which it shares with raccoons, coatis, kinkajous and olingos. The creature had a mistaken identity for over one hundred years until Smithsonian scientists announced the discovery 15 August 2013. A team, led by Smithsonian scientist Kristofer Helgen, spent 10 years examining hundreds of museum specimens and tracking animals in the wild in the cloud forests of Ecuador. EPA/SMITHSONIAN / HANDOUT HANDOUT EDITORIAL USE ONLY/NO SALES

Olinguito Equador

Binatang bernama Olinguito yang berekor panjang dan berwarna coklat kemerahan ini, dikatakan sosoknya menyerupai gabungan antara kucing peliharaan dan boneka beruang teddy.

Habitat asli Olinguito di hutan dataran tinggi Kolombia dan Ekuador. Institut Smithsonian mengumumkan makhluk ini termasuk sepesies baru, dalam kelompok yang lebih besar dari keluarga kucing dan anjing. Ukurannya sekitar 0,6 meter dan beratnya sekitar satu kilogram.


Bersembunyi di depan mata

Hewan itu sebenarnya selama beberapa waktu lalu sudah terendus keberadaannya, tetapi para ilmuwan sebelumnya mengira hewan itu sebagai olinga, yang masih merupakan kerabat spesies itu yang ukurannya lebih besar.

Seekor olinguito pernah dipelihara di kebun binatang "National Zoo" di Washington DC selama satu tahun pada tahun 1976. Olinguito itu dinamakan Ringerl. Ia dikirim ke sejumlah kebun binatang untuk dapat dikembangbiakan, tapi gagal.

"Hewan ini bersembunyi di depan mata untuk waktu yang lama," kata Kristofer Helgen, seorang ilmuwan Smithsonian yang pertama kali menyadari keberadaan spesies khas ini, sepuluh tahun lalu di Field Museum Chicago.

"Ibaratnya, saya waktu itu menariknya keluar dari laci... dan berkata 'Wow,'" kata Helgen dalam sebuah konferensi pers sambil mengingat pertama kalinya ia melihat spesies yang sempat salah diklasifikasikan itu. "Hewan ini tidak mirip hewan lain yang pernah saya teliti sebelumnya."

Penemuan Helgen dipaparkan dalam laporan penelitian pada jurnal ilmiah ZooKey. Ia kemudian memimpin tim ke Amerika Selatan pada tahun 2006 untuk menyelidiki binatang berbulu tersebut.

"Ketika kami pergi ke lapangan kami menemukannya langsung pada malam pertama," ujar rekan Helgen, Roland Kays dari Museum Ilmu Pengetahuan Alam North Carolina. "Ia seperti sedang menunggu kami."


Spesies yang berbeda

"Ada beberapa perbedaan utama antara olinga dan olinguito", ungkap Helgen. Gigi dan tengkorak olinguito jauh lebih besar daripada olinga, dan telinganya kurang menonjol. Olinguito juga memiliki wajah bulat, ekor pendek dan berbulu.

"Ia terlihat seperti sebuah bola berbulu... seperti persilangan antara boneka beruang teddy dan kucing peliharaan di rumah," kata Helgen.

Olinguito memilih untuk tinggal di pohon-pohon dan hanya memiliki satu keturunan pada satu masa. Mereka dianggap karnivora jika dilhat dari struktur giginya. Namun hewan ini sebenarnya kebanyakan makan buah.

Hewan ini memiliki empat sub-spesies dan merupakan anggota terkecil dari keluarga rakun, yang tidak diklasifikasikan sebagai hewan yang terancam punah. Para ahli percaya terdapat ribuan hewan ini yang hidup di alam liar. Habitatnya berkisar pada bagian wilayah Panama, Kosta Rika, Venezuela, Brasil, Peru dan Guyana.

"Ini membuktikan bahwa spesies tersebut eksis dan kita mulai dengan memberikan namanya,“ kata Helgen. "Ini adalah hewan yang indah, tapi kita hanya tahu sedikit tentang hal itu. Berapa banyak negara yang punya hewan ini? Apa lagi yang bisa kita pelajari tentang perilakunya? Apa yang perlu kita lakukan untuk memastikan konservasi?" Masih banyak yang dapat diteliti dari si hewan yang baru ditemukan ini.

ap/as/ap/dpa/rtr