1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pendukung Rezim Asad Pilih Parlemen Baru

Pemilu parlemen di Suriah tuntas digelar dibarengi aksi kekerasan terbaru yang menewaskan puluhan warga. Rezim di Damaskus melaporkan keikutsertaan pemilih cukup besar, sebaliknya oposisi membantahnya.

Pemerintah Suriah menyatakan, pemilu parlemen multi partai itu sebagai bagian penting dari proses reformasi. Sebaliknya kelompok oposisi memandangnya sebagai dagelan yang tidak lucu. Pemilu parlemen itu menurut oposisi, diyakini tidak akan mengubah situasi di Suriah,

Oposisi telah menyerukan kepada pendukungnya untuk memboikot pemilu. Sejumlah warga di kawasan protes di Daraa, sebagian Damaskus serta kawasan Kurdi menuruti seruan kelompok oposisi itu.

Para pengamat melaporkan, jumlah pemilih yang mendatangi bilik suara relatif kecil. Namun sebaliknya kementrian dalam negeri di Damaskus melaporkan keikutsertaan pemilih cukup besar. Televisi pemerintah menyangkan gambar para pendukung Bashar al Assad yang sedang mencoblos dan memasukan kartu suara ke kotaknya. Sementara oposisi menayangkan gambar bilik pemilihan yang kosong, misalnya di Hama.

Media Arab juga melaporkan, di sejumlah bilik pemilihan, warga menuliskan nama-nama aktivis yang tewas dibunuh tentara rezim atau yang dipenjarakan semena-mena sebagai kandidat pilihannya.

Para aktivis juga melaporkan, pada hari pemilihan, tentara pemerintah terus melancarkan gempurannya ke kubu pembangkang. Walaupun di Suriah saat ini hadir 20 pengamat PBB, namun aksi pembunuhan dan penangkapan terus berlangsung. Di Hama dan Homs Senin (7/5) dilaporkan sedikitnya 28 orang tewas akibat aksi kekerasan terbaru.

AS(dpa,ap,rtr,dapd)