1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Pendukung Islamic State Naik Drastis

2 April 2015

Jumlah milisi asing yang bergabung dengan kelompok teror Islamic State naik drastis dalam kurun setahun terakhir. PBB menaksir terdapat 25.000 "jihadis" asing yang kini bergabung dengan IS.

https://p.dw.com/p/1F1hu
Symbolbild IS Soldaten
Foto: picture alliance/ZUMA Press/Medyan Dairieh

Panel pakar PBB yang memonitor kelompok teroris Al Qaida dan Islamic State melaporkan kepada Dewan Keamanan PBB Rabu (1/3) bahwa jumlah milisi asing yang bergabung dengan kelompok teror Islamic State serta Al Qaida naik sekitar 71 persen dalam kurun waktu setahun terakhir. Panel pakar PBB itu menaksir, ada sekitar 25.000 "jihadis" asing dari sekitar 100 negara yang kini bergabung dengan kelompok teroris di Suriah dan Irak.

"Skala permasalahan di kawasan itu makin meningkat dalam tiga tahun belakangan", ujar para pakar terorisme PBB kepada kantor berita Associated Press. Jumlah milisi asing yang bergabung dengan IS naik tajam dari hanya beberapa ribu menjadi 25.000 orang. Juga asal negara para "jihadis" naik drastis dari hanya beberapa negara pada 3 tahun lalu, menjadi 100 negara pada bulan Maret 2015.

Panel pakar terorisme menyebutkan ribuan "jihadis" asing yang memasuki Suriah dan Irak untuk bergabung dengan Islamic State hidup dan bekerja dalam kondisi layaknya pelatihan bagi ekstrimis seperti kondisi Afghanistan tahun 1990-an. "Ini akan jadi ancaman serius bagi negara asal para jihadis, jika mereka kembali ke negaranya seusai bertempur bersama IS".

IS rebut kamp pengungsi

Sementara itu dilaporkan, milisi Islamic State berhasil merebut hampir seluruh kamp pengungsi Palestina Yarmouk di dekat ibukota Suriah, Damaskus. Kamp pengungsi ini sebelumnya dikuasi kelompok pemberontak anti rezim Assad dan terus dikepung tentara yang setiap kepada pemerintah Suriah. PBB melaporkan, kamp Yarmouk dihuni sekitar 18.000 orang.

Sepekan sebelumnya Front Al Nusra, sayap bersenjata Al Qaida yang mendukung ideologi Islamic State dilaporkan berhasil merebut Idlib kota di barat laut Suriah yang berbatasan dengan Turki. Pimpinan Front Al Nusra, Abu Mohammad al Golani mengatakan dalam pesan audio, bahwa pihaknya akan segera menerapkan hukum syariah Islam di kota tersebut.

Front Al-Nusra didukung sekitar 20.000 milisi bersenjata dari Suriah dan Irak. Walau mendukung ideologi Islamic State, tapi pimpinannya al Golani menolak klaim dari pimpinan IS, Abubakar al Bagdadi sebagai kalifat Islam.

as/ml (ap,rtr,afp,dpa)