1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosial

Penculikan - Bisnis Yang Menjanjikan di Delta Niger

Dua warga Jerman diculik di sebuah pantai di Nigeria, Minggu (18/04). Hampir tak ada kawasan lain di dunia yang mengalami lonjakan kasus penculikan setinggi Nigeria. Dan korbannya bukan lagi orang asing semata.

default

Delta Niger - Di balik keindahannya tersembunyi bahaya yang mengintai setiap saat

Rawa-rawa pohon bakau, hutan hujan tropis, pantai impian. Delta Niger mungkin sebuah noktah indah di bumi, jika saja situasinya tidak begitu berbahaya. Di kawasan ini, kelompok bersenjata berburu korban untuk disandera. Orang yang paling diincar adalah karyawan perusahan minyak, perusahaan yang bertahun-tahun memerangi pemberontak di Delta, karena menuntut bagian lebih besar dari keuntungan minyak bumi.

Tapi dewasa ini penculikan kebanyakan tidak lagi berkaitan dengan masalah politik, kata jurnalis Amerika Nicholas Schmidle yang membuat riset di kawasan itu untuk koran New York Times.

"Di Nigeria hanya sedikit korban penculikan yang cedera atau dibunuh. Ini hanya menyangkut uang. Saya mendengar cerita dari pekerja asing perusahaan minyak bahwa penculik mereka memesan hamburger dan mengambilnya di Port Harcourt. Penculik menghendaki para sandera dalam kondisi baik dan cukup makan,“ dikatakan Nicholas Schmidle.

Penculikan di Delta Niger adalah bisnis yang semakin disukai. Tahun 2009 lalu, lebih dari 450 orang diculik di Nigeria, jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya. Kalangan perusahaan mencoba melindungi para karyawan dengan menyewa jasa pengawal dan penjaga keamanan, juga menggunakan helikopter untuk mengangkut karyawan ke pabrik minyak. Selain itu, kawasan pabrik dijaga seperti benteng.

Bahwa kedua warga Jerman yang diculik, bepergian tanpa pengawal, adalah hal yang tak lazim. Tapi, Tope Obafemi yang bekerja untuk perusahaan jasa keamanan di Lagos mengatakan, "Banyak perusahaan menghemat biaya keamanan. Jelas itu kesalahan. Mereka terutama merugikan diri sendiri. Karena jumlah uang tebusan jelas lebih besar. Seringkali harus terjadi dulu sesuatu, baru mereka memutuskan untuk berbuat lebih demi keamanan.“

Antara tahun 2006 dan 2008, lebih dari 100 juta US Dollar dibayarkan di Nigeria. Bisnis menguntungkan bagi para penculik, dan sejumlah pihak lain. Para penculik sering bekerjasama langsung dengan politisi dan polisi setempat. Mereka juga ingin mendapatkan keuntungan.

Sebuah sumur tanpa dasar dan sejumlah perusahaan akhirnya menyerah. Beberapa mundur sepenuhnya dari Delta Niger, lainnya hanya menarik para pekerja asingnya. Penculikan dua warga Jerman hari Minggu lalu (18/04) termasuk pengecualian. Karena sementara ini kebanyakan sandera adalah warga Nigeria.

Sebagian penculik menyebut diri pejuang kebebasan demi rakyat dan ini membuat Olaka Nwogu, ketua Komisi Delta Niger di parlemen Nigeria, tak habis pikir. "Orang yang menculik warganya sendiri bukanlah pejuang kebebasan. Warga hidup dalam kemiskinan, berjuang menyekolahkan anaknya walaupun masa depan tidak jelas. Lalu anak-anak itu diculik. Itu tindakan yang tidak ada sangkut pautnya dengan perjuangan demi rakyat.“

Memang tidak ada hubungannya dengan perjuangan demi rakyat, tapi menyangkut kemiskinan dan cara singkat mendapat uang, di kawasan di mana hampir tak ada pekerjaan dan perspektif masa depan. Bahkan lulusan universitas terjun ke bisnis penculikan yang tengah booming di Delta Niger.

Marc Dugge/Renata Permadi

Editor: Hendra Pasuhuk