1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pencari Suaka Gugat Australia

Pencari suaka yang ditahan di Pulau Natal menggugat pemerintah Australia atas tuduhan gagal menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai, tekanan baru kepada Canberra terkait kebijakan kontroversial penahanan anak.

Para pengacara yang bertindak atas nama para pencari suaka mengajukan sebuah gugatan di Mahkamah Agung Victoria, hari Selasa (26/8), dengan menggunakan seorang anak perempuan 6 tahun sebagai penggugat utama dalam gugatan class action.

Menteri imigrasi Scott Morrison pekan lalu mengumumkan rencana pembebasan beberapa anak dari tahanan setelah berbagai kelompok hak asasi manusia mengatakan bahwa menahan anak di bawah umur akan mengganggu kesehatan fisik dan mental mereka. (Baca: Australia Diduga Perlakukan Pengungsi Anak Dengan Buruk)

Namun di bawah undang-undang keras yang dirancang untuk mencegah kedatangan pengungsi yang menggunakan kapal, hanya 150 dari 876 anak-anak yang saat ini berada di tahanan, dan hanya mereka yang ditahan di pusat penahanan darat, yang akan memenuhi syarat untuk dibebaskan.

Jacob Varghese, seorang pengacara dari perusahaan hukum Maurice Blackburn, mengatakan anak perempuan yang menjadi ujung tombak class action, yang hanya disebut berinisial A.S.. telah ditahan selama satu tahun dan didiagnosa mengalami gangguan stress pasca trauma. Ia mengalami infeksi gigi, alergi, cemas, mengompol dan menolak makan, kata dia.

“Pemerintah merampok terlalu banyak anak dari masa kanak-kanak mereka,“ kata Varghese kepada para wartawan.

"Terlalu banyak yang dikompromikan dalam soal kesehatan para pencari suaka di tahanan. Para dokter yang mengalami langsung seperti apa di sana mengatakan standar pelayanan kesehatan jauh dari standar masyarakat Australia.“

Class action itu menuduh bahwa pemerintah dan Morrison, sebagai penjaga hukum bagi anak-anak, telah melanggar tugas mereka untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan para pencari suaka.

Firma hukum itu meminta kompensasi dan menuntut agar 334 orang yang saat ini ditahan di Pulau Natal yang terpencil, termasuk 148 diantaranya adalah anak-anak, agar dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan yang terletak di daratan.

ab/hp (afp,ap,rtr)

Laporan Pilihan