1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penangkis Rudal NATO di Eropa Akan Dioperasikan

Minggu (20/05), Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO mengumumkan, tahap pertama sistem penangkis rudal di Eropa telah siap dioperasikan, meskipun Rusia berkeberatan dangan hal ini.

Dalam pertemuan puncak NATO di Chicago, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan bahwa perisai rudal saat ini memiliki “kemampuan sementara”. Tahap pertama operasional sistem penangkis rudal terdiri dari satu fasilitas radar di Turki dan penempatan kapal anti-rudal milik AS di Laut Mediterania. Pusat kontrol dan komando berada di Ramstein, Jerman.

Sistem penangkis rudal dijadwalakan akan beroperasi penuh pada tahun 2020, dengan penempatan fasilitas rudal SM-3 di Polandia dan Rumania, Rusia sejak lama telah menyampaikan keberatannya atas rencana NATO ini, dengan alasan bahwa sistem penangkis ini akan menganggu sistem penangkal nuklir milik mereka.

NATO-Gipfel in Chicago 2012

Presiden AS Obama saaat berpidato dalam KTT NATO

Keputusan NATO

Sebelumnya, Moskow telah mengancam untuk membalas proyek NATO ini dengan penempatan rudal Iskander di daerah kantong Rusia, Kaliningrad, yang berbatasan dengan dua negara anggota NATO, Polandia dan Lithuania. Amerika Serikat dan NATO membela rencana penempatan sistem penangkis rudal di Eropa ini sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari serangan rudal Iran.

Dalam pertemuan di Lisbon, Portugal, pada tahun 2010, NATO menawarkan Rusia untuk bekerjasama dalam proyek sistem penangkis rudal. Namun kedua belah pihak tidak berhasil mencapai satu kesepakatan. Kala itu, NATO menolak permintaan Rusia untuk kontrol bersama atas sistem ini dan jaminan hukum bahwa sistem ini tidak akan ditujukan pada Rusia.

“Kami telah mengundang Rusia untuk bekerjasama dalam sistem pertahanan rudal dan undangan ini masih berlaku,” dikatakan Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen dalam konferensi pers. “Kami melanjutkan pembicaraan dengan Rusia. Dan saya berharap bahwa pada tahap tertentu Rusia akan menyadari bahwa ini merupakan kepentingan kita bersama untuk bekerjasama dalam pertahanan rudal,” papar Rasmussen, dan menambahkan, “Ini tidak bisa ditolak Rusia, ini adalah keputusan NATO.”

Presiden Rusia Vladimir Putin memilih untuk tidak menghadiri KTT NATO. Sebagai gantinya, Putin mengirimkan delegasi tingkat rendah untuk mewakili kepentingan Moskow. Dalam pertemuan puncak KTT G8 di Camp David, Putin juga tidak hadir, Rusia diwakili oleh Perdana Menteri Dmitry Medvedev.

Pertahanan Cerdas

Sistem penangkis rudal di Eropa merupakan salah satu proyek utama NATO, yang merupakan bagian dari konsep baru yang disebut “pertahanan cerdas”. Sistem ini dimaksudkan untuk membantu mengkompensasi penurunan anggaran pertahanan selama krisis keuangan, demikian menurut para pemimpin aliansi pertahanan NATO.

NATO telah menyepakati pelaksanaan lebih dari 20 proyek multinasional yang bertujuan untuk menyatukan sumber daya, termasuk pengelolaan bersama unit bom terkendali (GBU) dan pengembangan robot terkendali untuk membersihkan bom buatan (IED).

“Bersama, kita dapat membuat NATO mampu menjawab tantangan keamanan di masa depan, karena tidak ada negara atau benua yang bisa menangani hal ini sendirian,” dikatakan Rasmussen kepada para pemimpin negara annggota NATO menjelang pembicaraan mengenai pemotongan anggaran. “Kita dapat menemukan solusi bersama untuk masalah bersama.”

Rencana Penarikan Pasukan dari Afghanistan

Hari Senin (21/05), dijadwalkan masalah Afghanistan akan menjadi tema utama pembicaraan KTT NATO. Kekhawatiran membesar diantara negara-negara NATO atas rencana Presiden Perancis Francois Hollande untuk menarik 3.500 pasukan Perancis satu tahun lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan.

Komandan pasukan internasional bagi Afghanistan ISAF, Jenderal John Allen, mengatakan kepada wartawan, meskipun Perancis menarik pasukannnya lebih awal, aliansi “memiliki kemampuan untuk menjamin bahwa tidak akan terjadi penurunan dalam keamanan”.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama mengatakan bahwa internasional mendukung rencana untuk mengakhiri perang selama satu dekade di Afghanistan pada tahun 2014. “Kami yakin bahwa kami berada pada jalur yang benar, Dan apa yang dicerminkan dalam KTT NATO adalah bahwa dunia berada di balik strategi yang telah kami susun.”

yf (afp/dpa/rtr)