1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Sosbud

Penangkapan Importir Boneka Seks di Inggris

Polisi Inggris menyatakan jumlah pria yang mengimpor boneka seks serupa anak-anak meningkat tajam. Di Inggris, memiliki boneka semacam itu tidak dilarang, tetapi ada larangan untuk mengimpor.

Polisi Inggris menindak orang-orang yang mengimpor boneka seks yang terbuat dari silikon dan sangat menyerupai anak-anak. Demikian diumumkan Senin kemarin.

Hal itu diumumkan The National Crime Agency (NCA) setelah keputusan hukum yang menyatakan bahwa boneka seks yang diimpor seorang kepala sekolah berumur 72 tahun menjijikkan. Boneka seks yang diimpornya serupa dengan anak berusia sekitar tujuh tahun. Memiliki boneka seperti itu tidak ilegal. Tetapi mengimpor barang menjijikkan atau tidak senonoh dilarang di Inggris.

Fenomena Boneka Seks Baru

Tim yang menangani eksploitasi anak serta proteksi online pada NCA mengatakan, boneka seks jenis ini adalah fenomena yang lumayan baru. "Kami tahu bahwa pembelian boneka ini bisa jadi indikasi pelanggaran lain terhadap anak-anak. Seperti misalnya dalam hal tersangka, yang punya setumpuk gambar pelecehan seksual yang membuat muak," demikian dikatakan Hazel Stewart dari tim berwenang pada NCA. Ia menambahkan, importer barang menjijikkan seperti itu harus memperhitungkan bahwa aparat berwanang akan menindak

Polisi perbatasan Inggris mengatakan kepada media Inggris, bahwa mereka sudah menyita 123 boneka semacam itu sejak Maret 2016. Boneka itu terbuat dari bahan silikon, beratnya sekitar 25 kg dan didesain agar bisa digunakan untuk hubungan seksual. Boneka ini biasanya dibuat di Cina dan dijual lewat internet.

Sejauh ini, tujuh pria sudah divonis karena terbukti mengimpor, termasuk seseorang yang sudah dipenjara. Demikian laporan media Inggris. Menurut NCA, mereka menorong pemerintah untuk melarang pembuatan, distribusi dan kepemilikan boneka seks tersebut.

Baca juga: Mengapa Predator Seks Merajalela?

Mendorong pedofilia

"Tidak ada bukti yang bisa mendukung ide bahwa penggunaan boneka seks bisa membantu mencegah orang yang berpotensi menjadi peleceh dari kemungkinan untuk benar-benar melakukan pelecehan terhadap anak-anak," demikian dikatakan Jon Brown, kepala badan perlindungan dan pencegahan kekejaman terhadap anak-anak NSPCC.

Ia mengungkap, "Pada kenyataannya, ada risiko bahwa mereka yang menggunakan boneka sex serupa anak-anak ini atau bentuk realistis lain akan kehilangan sensitifitas mereka, sampai mereka merasa itu sudah hal yang normal. Sehingga mereka akan melakukannya terhadap anak-anak. Itulah yang biasanya terjadi atas mereka yang mengkonsumsi gambar-gambar pelecehan seksual."

Kasus kepala sekolah pengimpor boneka yang kasusnya diliput media punya sekumpulan gambar anak-anak mulai dari usia tiga sampai 16 tahun. Tahun 2016 petisi untuk melarang boneka semacam itu di Jerman ditandatangani puluhan ribu orang.

Penulis: Alistair Walsh (ml/ap)

Laporan Pilihan