1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Penambahan Pasukan di Afghanistan: Berkah atau Malapetaka?

Presiden AS Barack Obama mengumumkan hari Selasa (01/12) waktu setempat, bahwa Amerika Serikat akan mengirim 30.000 prajurit tambahan ke Afghanistan. Namun warga Afghanistan skeptis, apakah strategi ini akan berfungsi.

default

Sekarang ini sudah ada 68.000 prajurit AS di Afghanistan, 30.000 segera menyusul

Lebih banyak prajurit artinya lebih banyak pertempuran dan ini juga berarti lebih banyak korban. Itulah hitungan sederhana yang dibuat banyak warga di provinsi Kandahar. Dan pasti bukan kebetulan kalau mayoritas warga di selatan Afghanistan tidak setuju dengan penambahan pasukan disana. Wilayah tersebut adalah bekas markas Taliban, dimana perang melawan para ekstrimis dilancarkan.

“Tidak, pasukan internasional tidak bisa membawa perdamaian kesini. Kalau mereka bisa melakukan itu, maka seharusnya mereka sudah melakukannya enam atau tujuh tahun lalu. Mereka tidak akan membawa perdamaian ke negeri ini.“

Di utara Afghanistan dan, sedikit lebih jauh dari wilayah pertempuran, yakni di ibukota Kabul, dapat didengar banyak pendapat yang berbeda. Paling tidak dari orang-orang yang belum mau melepaskan harapannya.

“Menurut saya, penambahan pasukan dapat bermanfaat. Tetapi akan lebih baik lagi kalau pasukan keamanan Afghanistan sendiri menjadi lebih kuat dan dapat berdiri sendiri. Mereka lebih kenal negaranya dan penduduknya dan orang-orang disini juga lebih menerima mereka.“

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan dunia barat tahu, jika terdapat cukup pasukan keamanan terlatih di Afghanistan, artinya mereka harus keluar dari negara itu. Namun sekarang ini pasukan keamanan Afghanistan masih lebih lemah dari Taliban dan tidak punya harapan melawan para ekstrimis tersebut. Ini juga dikatakan oleh pakar politik Haroun Mir.

“Pada saat ini, ketika kita mencoba bangkit, kita butuh lebih banyak militer. Kita harus mengerem gerakan Taliban. Ini hanya dapat dilakukan dengan pimpinan pemerintahan yang bagus. Penambahan pasukan yang diiringi dengan pelatihan pasukan Afghanistanlah yang akan berfungsi, seperti juga di Irak.“

Mengerem serangan kelompok radikal Taliban dan mengajak mereka ke meja perundingan, inilah harapan yang diam-diam dihubungkan dengan penambahan pasukan. Tetapi paling tidak sekarang ini para ekstrimis masih merasa sangat kuat dan tidak mau berunding. Seorang warga kota Kandahar, di selatan Afghanistan, mengatakan, "Untuk mengalahkan Taliban, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama-tama pemerintah harus duduk dan berunding bersama mereka. Lalu Taliban juga harus diberikan jabatan di pemerintahan.“

Tetapi banyak warga Afghanistan ragu apakah Taliban akan bisa dikalahkan. Karena banyak yang khawatir, kalau para ekstrimis ini tahu, dunia barat akan segera pergi dari Afghanistan, maka mereka dapat mengatur strategi dan menunggu dengan sabar sampai bisa menyerang kembali. Kecuali jika sampai waktunya pasukan internasional meninggalkan Afghanistan, Taliban semakin lemah atau pasukan keamanan Afghanistan sudah menjadi sangat kuat.

Kai Küstner / Anggatira Rinaldi
Editor: Agus Setiawan