1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemimpin G7 Peringatkan Rusia Soal Ukraina

Para pemimpin negara-negara G7 mengancam akan menerapkan sanksi lebih keras jika diperlukan. Rusia dan Presiden Vladimir Putin diminta untuk menghentikan provokasi di Ukraina.

Pemimpin negara-negara industri yang tergabung dalam kelompok G7 mengeluarkan peringatan keras dan menuntut Rusia agar segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk meredakan eskalasi di Ukraina.

"Kami siap meningkatkan sanksi dan menerapkan langkah-langkah yang lebih restriktif, jika hal ini diperlukan, untuk meningkatkan biaya bagi Rusia", demikian disebutkan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan di Brussel hari Rabu (04/07).

Kanselir Jerman Angela Merkel menerangkan dalam konferensi pers, barat akan terus mengawasi langkah Rusia dan memperhatikan, apakah ada upaya yang dilakukan untuk meredakan ketegangan di Ukraina.

"Kami tidak ingin ada destabilisasi lebih jauh", kata Merkel dan memperingatkan, Uni Eropa bisa menerapkan sanksi "fase ketiga", yang akan menyasar sektor industri, perbankan dan pertahanan.

Rusia harus berunding dengan Ukraina

Kelompok G7 juga menuntut Rusia agar melakukan pembicaraan dengan presiden terpilih Ukraina Petro Poroshenko. Selain itu, Rusia harus berusaha menghentikan arus senjata dan serdadu bayaran yang masuk ke Ukraina lewat perbatasannya.

Pertemuan puncak G-7 di Brussel juga membahas langkah untuk mengamankan pasokan gas ke Uni Eropa.

Kepala pemerintahan dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Perancis, Inggris, Italia dan Jepang melakukan pertemuan puncak selama dua hari. Pertemuan itu dilaksanakan di Brussel, setelah KTT G8 yang tadinya direncanakan di Sochi dibatalkan.

Rusia sebenarnya mendapat giliran menjabat sebagai ketua G8 tahun 2014, namun negara itu bulan Maret lalu dikeluarkan dari G8 setelah melakukan invasi ke Krimea.

Persiapan peringatan D-Day

Sekalipun Rusia saat ini terisolasi, Presiden Perancis Francois Hollande mengundang Vladimir Putin untuk menghadiri peringatan D-Day hari Jumat (06/06) di Perancis. Acara itu juga akan dihadiri oleh Presiden AS Barack Obama, PM Inggris David Cameron dan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Upacara D-Day memperingati pendaratan pasukan sekutu di Normandy 70 tahun lalu. Disela-sela acara itu, Kanselir Jerman Angela Merkel dijadwalkan melakukan pertemuan khusus dengan Presiden Putin untuk membahas krisis Ukraina.

Hari Rabu (04/06) Obama mengatakan di Warsawa, Amerika dan NATO akan menjamin keamanan Anggota NATO di Eropa timur seperti Polandia. "Serangan terhadap satu anggota, adalah serangan terhadap semua", kata Obama. "Polandia tidak akan berdiri sendirian."

hp/rn (afp,dpa)

Laporan Pilihan