1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemilu Terbesar di Dunia Digelar

Pemilu terbesar di dunia, mulai digelar di India. Sebagian besar pihak yang berkampanye mengumbar janji pertumbuhan ekonomi. 814 juta pemilih akan memberikan suara secara bertahap selama lima minggu ke depan.

Partai oposisi, Partai Bharatiya Janata BJP, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Gujarat yang berhaluan nasionalis Hindu Narendra Modi, dipandang berpeluang terbesar untuk memenangkan pemilu. Ini bisa menjadi ancaman bagi Partai Kongres yang saat ini memerintah dan sekutunya.

Jajak pendapat menunjukkan Partai Kongres bisa menghadapi kekalahan dalam pemilu ini, akibat skandal korupsi dan perlambatan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir.

Antara ekonomi dan SARA

Saingannya, BJP menjanjikan pembaharuan ekonomi. Tokoh utama partai itu, Narendra Modi telah mengantarkan negara bagian barat Gujarat ke arah pertumbuhan industri yang kuat. Di negara bagian itu, Modi sudah menjadi perdana menteri selama 11 tahun.

Namun, para kritikus mempertanyakan apakah tokoh nasionalis Hindu itu dapat menjadi pemimpin yang benar-benar sekuler, setelah ia dipandang gagal mengambil tanggung jawab dan meminta maaf atas kerusuhan komunal yang menewaskan lebih dari 1.000 orang di negara bagian tersebut pada tahun 2002. Dia dituduh tak berbuat banyak dalam menghentikan kekerasan anti-Muslim. Di pihak lain, ia membantah melakukan kesalahan.

BJP menjanjikan pengembangan penuh India melalui proyek-proyek infrastruktur futuristik seperti kereta api berkecepatan tinggi, 100 kota baru yang modern dan fasilitas internet nirkabel di tempat umum dan lain-lain.

Tak laku di Assam?

Tapi rencana ambisius seperti itu hanya tak banyak menjadi daya tarik bagi sebagian besar pemilih di Assam dan Tripura. Di sini, orang-orang lebih peduli tentang kebutuhan dasar, seperti mengantisipasi bahaya banjir, erosi atau membangun lebih banyak jalan dan jembatan untuk menghubungkan kota dan desa ke kota-kota utama.

"Saya telah membuat keputusan untuk memilih kali ini, karena kami ingin perubahan," kata ibu rumah tangga berusia 36 tahun, Rumi Nath, sambil menunggu untuk memberikan suaranya di pedesaan kota Lakhimpur di Sungai Brahmaputra. "Daerah kami tetap terbelakang dan tertinggal 67 tahun setelah kemerdekaan."

Kedua partai, Partai Kongres dan Partai BJP berharap dapat menunjukkan kekuatan di tujuh negara timur laut dijuluki "Seven Sisters" yang menguasai wilayah-wilayah terpencil di antara Cina, Bhutan, Bangladesh dan Birma - serta terdiri dari beragam etnis.

Perolehan suara Kongres di timur laut dapat membantu mengimbangi kerugian yang diderita di tempat lain. Sedangkan BJP ingin merebut salah satu dari benteng tradisional Partai Kongres.

Tarun Gogoi dari Partai Kongres yakin partainya memenangkan pemilihan kembali di Assam: "Tidak ada sihir Narendra Modi di Assam. Partai Kongres telah memenangkan setiap pemilu sejak tahun 2001 di Assam, dan kita akan mengulangi kesuksesan itu."

Dalam pemilihan umum terakhir di tahun 2009, Partai Kongres memenangkan tujuh dari 14 kursi parlemen Assam.

"Saya sangat senang dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh banyaknya jumlah pemilih muda yang memilih kali ini,“ tambah Gogoi.

Ancaman pemberontak

Beberapa kelompok pemberontak etnis atau separatis Maois
mengancam akan melakukan kekerasan selama pemungutan suara berlangsung.

Pihak berwenang mengerahkan 25.000 polisi dan tentara paramiliter untuk menjaga tempat pemungutan suara. Helikopter disiagakan, dan perbatasan internasional dengan Bangladesh dan Bhutan ditutup.

Assam telah mengalami beberapa pemberontakan separatis sejak tahun 1979, ketika pemberontak Front Serikat Pembebasan Asom, atau ULFA dibentuk. Meskipun satu faksi, ULFA sedang dalam pembicaraan damai dengan pemerintah pusat. Tapi masih saja terjadi pemboman di pinggir jalan dan penyergapan terhadap tentara pemerintah.

Kelompok pemberontak etnis lainnya seperti Front Demokratik Nasional Bodoland juga menjadi alasan kekhawatiran, dimana salah satu faksinya mengancam politisi Assam utara.

ap/vlz(afp/rtr)

Laporan Pilihan