Pemilu Inggris Digelar | dunia | DW | 06.05.2010
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemilu Inggris Digelar

Pemilu Inggris digelar. Hasil jajak pendapat terakhir memperkirakan tidak ada satu partaipun yang akan berhasil meraup suara mayoritas mutlak.

default

Inggris

Dalam debat terakhir di televisi, Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan bahwa pekerjaannya bukanlah hal mudah: „Ini pekerjaan besar dan tidak seluruhnya bisa saya jalankan dengan benar.“

Ia mengacu pada insiden dalam kampanye, dimana dia kedapatan menyebut salah seorang pemilihnya sebagai „perempuan picik“, dan kemudian meminta maaf secara pribadi. Media di Inggris murka, namun tidak halnya dalam hasil jajak pendapat. Dalam poling itu, dukungan kelas pekerja tidak terpengaruh. Meski begitu dalam jajak pendapat tetap saja Partai Buruh berada di urutan ketiga, di bawah Partai Konservatif dan Partai Liberal Demokrat. Pemimpin Partai Konservatif David Cameron menekankan partainya akan mempu memulihkan ekonomi dengan tetap menjaga jarak dari Eropa: „satu hal yang saya tak akan lakukan, dengan banyaknya pemberitaan Yunani di media, saya tidak akan bergabung dengan mata uang euro. Saya tetap akan menjaga poundsterling sebagai mata uang kita.“

Sementara pemimpin Partai Liberal Demokrat, Nick Clegg memohon kepada para pemilih untuk tidak menganggap partai yang dimpimpinnya sebagai pilihan sisa: „saya rasa kita harus melakukan secara berbeda, agar membrikan rasa keadilan, kesejahteraan dan menyediakan lapangan kerja yang layak bagi anda dan keluarga.“

Kebanyakan hasil jajak pendapat menunjukan perkiraan Partai Konservatif menang tipis, diatas Liberal Demokrat dan Partai Buruh. Namun perolehan suaranya diprediksi tidak akan cukup besar untuk menjamin suara mayoritas mutlak, yang mungkin akan menyebabkan terjadinya situasi parlemen gantung di Inggris. Skenario selanjutnya sulit untuk diprediksi, namun Gordon Brown menekankan bahwa ia akan berjuang: „Saya memperjuangkan pemulihan ekonomi, sebab saya tahu sebagaimana yang saya lihat di Eropa dan saya tahu bagaimana rapuhnya pemulihan ekonomi, dimana Anda tidak dapat mengambil resiko lewat pemulihan dan Anda harus dapat meyakini bahwa Anda mendukung perekonomian dalam bulan-bulan genting ini.“

Sebuah poling menunjukan 46% pemilih mengungkapkan mereka masih akan berubah pikiran sebelum pemungutan hari ini.

Olly Barrat/Ayu Purwaningsih

Editor: Edith Koesoemawiria

Laporan Pilihan