1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemilihan Presiden Brasil Berlanjut ke Putaran Kedua

Dilma Roussef harus menunggu keputusan hingga putaran kedua, setelah ia secara mengejutkan gagal mencapai kemenangan langsung dalam pemilihan presiden di Brasil.

default

Dilma Rousseff, kandidat calon presiden Brasil

Hasil resmi pemilihan yang berlangsung hari Minggu (3/10) lalu, Dilma Roussef mantan pimpinan kabinet presiden Lula, hanya memperoleh 46,9 persen. Pesaing terdekatnya mantan gubernur Sao Paulo Jose Serra meraih 32,6 persen. Roussef membutuhkan 50 persen untuk menghindari pemilihan putaran kedua. Menurut hasil semua jajak pendapat yang dilakukan sebelum pemilihan berlangsung, Roussef seharusnya sudah lolos pada pemilihan putaran pertama dan menjadi perempuan pertama yang akan memimpin Brasil. Kandidat calon presiden yang ketiga, Marina Silva dari Partai hijau, dianggap sebagai salah satu faktor yang mengacaukan rencana Roussef. Silva mendapat 19,3 persen suara. Pendukungnya kini akan turut menentukan siapa yang akan menjadi presiden Brasil selanjutnya.

Roussef, perempuan berusia 62 tahun ini tidak menutupi kekecewaannya. Ia mengatakan kepada pendukungnya, bahwa putaran kedua akan memberinya waktu untuk lebih memperjelas program yang direncanakannya bagi Brasil. Kampanye pemilihan Roussef dibantu oleh pertumbuhan ekonomi yang pesat dan dukungan terus-menerus dari Presiden Lula. Namun, berita tentang skandal korupsi yang melibatkan staf Roussef, Erenice Guerra, mengguncang kampanye yang mulus. Guerra dituduh menerima uang sogokan agar anggota keluarga bisa bekerja di kementrian. Guerra membantah tuduhan tersebut. Kasus ini masih diinvestigasi oleh pihak kepolisian. Selain kasus korupsi stafnya, pandangan Roussef tentang aborsi dan masalah sosial lainnya tidak berhasil meyakinkan para pemilih untuk memberikan suara mereka baginya. Mayoritas warga Brasil memeluk agama Katolik. Sebuah misa gereja di Brasilia menyerukan jemaatnya untuk tidak memilih kandidat dari partai Rousseff karena dianggap menyetujui homoseksualitas dan aborsi.

Pemimpin oposisi Jose Serra yang akan bertarung dengan Rousseff di putaran kedua 31 Oktober mendatang selama ini dianggap sebagai 'underdog'. Padahal Serra adalah mantan menteri kesehatan dan salah satu politisi Brasil yang paling berpengalaman. Di hadapan pendukungnya, ia mengatakan kini ia akan berjuang dan meraih kemenangan. Sementara berlanjutnya pemilihan ke putaran kedua memberi waktu bagi Serra untuk memperpanjang masa kampanye, banyak pengamat politik yang mengatakan ia akan menghadapi pertarungan berat. Karena Presiden Brasil Lula yang sangat populer di negaranya akan terus berusaha mewujudkan ambisinya, dengan mengatakan kepada para pemilih bahwa Rousseff lah kandidat terbaik bagi posisi jabatannya. Pemilihan putaran kedua adalah hal yang biasa di Brasil. Lula menang di putaran kedua pada tahun 2002 dan 2006. Pemenang pemilihan presiden akan memulai jabatannya pada 1 Januari tahun depan.

Vidi Legowo-Zipperer/rtr/afp

Editor : Asril Ridwan