1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemicu dan Kendala Bantuan Pembangunan Dunia

Banyak faktor menyebabkan berbagai negara dan kawasan sulit atau tidak berkembang. Sekitar 1,5 milyar orang hidup, menjadi korban dan tewas akibat perang, konflik kekerasan dan kriminalitas. Demikian laporan Bank Dunia.

default

Jerman ikut berpartisipasi dalam program bantuan pembangunan di Sudan Selatan

Sejak akhir tahun 90-an, Sarah Cliffe dalam berbagai tugas dari PBB dan Bank Dunia, mencoba menciptakan kondisi hidup lebih baik bagi para korban kekerasan oleh negara atau korban konflik etnis. Selain konflik di Ruanda, Sarah Cliffe juga bertugas mengatasi masalah di Afrika Selatan dan Timor Leste. Satu pelajaran yang dapat ditariknya

"Negara-negara yang berpikir mereka dapat mencegah kekerasan dengan cara menakut-nakuti atau korupsi, justru menciptakan masalah untuk masa depan. Kemungkinan pecahnya kekerasan meningkat."

Berbeda dengan dekade sebelumnya, kini masalah perang saudara klasik yang dihadapi negara berkembang makin berkurang. Yang sering terjadi adalah kombinasi antara kekerasan bermotif politis dan sosial. Yang paling buruk jika situasinya ditambah terorisme dan kriminalitas yang terorganisir.

Menurut Sarah Cliffe, untuk dapat keluar dari lingkaran setan ini dibutuhkan pembangunan struktur pemerintah, tapi terutama kesabaran besar dan masyarakat internasional.

"Proses transisi seperti misalnya yang telah dilakukan Indonesia, rata-rata berlangsung satu generasi. Begitu lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat dengan tegas meredam kekerasan, untuk membangun sistem hukum yang berfungsi, memerangi korupsi secara efektif dan mendesak militer dari panggung politik. Negara-negara yang berhasil melakukannya membutuhkan waktu minimal 10 sampai 15 tahun."

Utusan khusus Bank Dunia bagi pembangunan terutama di negara-negara yang amat rapuh itu memperingatkan, untuk tidak terburu-buru menargetkan keberhasilan. Juga Menteri Bantuan Pembangunan Jerman Dirk Niebel mengandalkan kesabaran dan proyek jangka panjang, guna memenuhi secara adil kebutuhan yang berbeda dari berbagai negara. Berdasarkan hal tersebut diterapkan langkah-langkah yang berbeda di masing-masing negara .

"Misalnya dengan program pekerjaaan bagi remaja penganggur di Sierra Leone. Atau dengan menangani korban pemerkosaan massal di Kongo. Tapi juga di kawasan kumuh Afrika Selatan tempat penampungan bagi para remaja agar mereka dapat memiliki perspektif baru. Hal ini terbukti menurunkan tingkat kekerasan."

Tapi Dirk Niebel juga melihat keterbatasan kerjasama politik pembangunan, karena kurangnya struktur yang dibutuhkan. Di Somalia misalnya terlihat tamatnya politik kerjasama pembangunan nasional. Menteri Bantuan Kerjasama Pembangunan Jerman itu mengatakan dapat diusahakan bantuan humaniter dalam bentuk pasokan bahan pangan melalui organisasi non pemerintah. Tapi orang tidak dapat memulai membangun sesuatu misalnya dalam bidang infrastruktur. Dan juga kesediaan bekerjasama dari pihak pemerintah terbatas. Misalnya politik pembangunan Jerman tidak dapat melakukan aktivitas di Korea Utara.

Marcel Fürstenau/Dyan Kostermans

Editor: Agus Setiawan