1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemerintahan Koalisi Jerman Dinilai Gagal

Kritik pedas harus diterima pemerintahan CDU/CSU dan FDP setelah 100 hari memegang kekuasaan. Bukan hanya pihak oposisi saja yang menilai buruk pemerintahan pimpinan Angela Merkel ini.

default

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle

Ketua Partai SPD Frank-Walter Steinmeier menilai koalisi hitam kuning telah melakukan awal yang parah. "Bukan awal yang salah dari pemerintah, tapi merupakan kegagalan di semua bidang,“ dikatakan Steinmeier di Berlin, Kamis ini (04/02). Partai Uni Kristen dan FDP tidak memiliki arah, tidak memiliki kompas dan dalam perjanjian koalisi juga tidak terdapat keputusan-keputusan mendasar. "Oleh karena itu, koalisi ini bisa dibilang satu kegagalan politik ,“ tambah Steinmeier.

Menjawab kritik kegagalan pemerintahan koalisi Hitam-Kuning, ketua fraksi Uni Kristen CDU/CSU di Parlemen, Volker Kauder, mengibaratkan, bahwa dalam lari seratus meter, pemerintahan koalisi tidak meraih kemenangan. Tapi ditambahkannya, pemerintahan koalisi mengikuti lomba marathon dan dalam sisa waktu berikutnya akan dapat menunjukkan kemampuan dan keberhasilannya.

Para pengkritik menilai, selama seratus hari di tampuk kekuasaan, pemerintahan koalisi Hitam-Kuning tidak memiliki orientasi. Di awal pemerintahannya, selama berpekan-pekan berlangsung perdebatan di kalangan partai koalisi mengenai penurunan pajak dan kebijakan dibidang kesehatan. Warga menilainya sebagai sesuatu yang membingungkan dan awal yang tidak menggembirakan.

Partai oposisi dalam menilai seratus hari pemerintahan koalisi di bawah pimpinan Kanselir Angela Merkel melontarkan kritik tajam. Menteri Keuangan Wolfgang Schäuble dinilai sebagai pemicu terjadinya pertikaian mengenai penurunan pajak. Partai Hijau menuding pemerintahan koalisi tidak memiliki rencana dan orientasi. Ketua Fraksi Partai Hijau di parlemen Renate Künast mengatakan, "Pemerintahan ini sangat buruk. Semua keputusan penting menyangkut politik energi, kesehatan dan pendidikan ditunda. Pertama dengan latar belakang pemilihan umum di negara bagian Nordrhein-Westfalen tanggal 9 Mei mendatang. Dan yang kedua, karena sebagian tidak memiliki konsep. Tidak ada tujuan bersama.“

Sementara itu, Kanselir Angela Merkel justru menarik neraca positif dari 100 hari pemerintahannya. Antara lain ia menyebut pengurangan beban pajak bagi keluarga dan perusahaan, pembahasan cepat mengenai anggaran belanja negara tahun 2010 serta memperpanjang peraturan pengurangan jam kerja. Kesemuanya menurut Kanselir Angela Merkel bertujuan untuk menjamin lapangan kerja dan kemungkinan membuka lapangan kerja baru.

Wakil Kanselir yang juga Menteri Luar Negeri Guido Westerwelle dari Partai Demokrat Liberal FDP menandaskan, prestasi pemerintah diukur dengan hasil yang dicapainya dan bukan berdasarkan situasi politik sehari-hari yang selalu berbeda. Peter Altmaeir, anggota parlemen dari Fraksi Uni Kristen CDU/CSU menambahkan, „Dari pendangan saya, nilai keseluruhan pemerintah koalisi memuaskan. Itu berarti kami dapat melindungi dan menangani tantangan berat yang dihadapi warga akibat terjadinya krisis. Dan itu lebih baik dibandingkan dengan setahun atau satu setengah tahun lalu. Kami yakin akan terus terjadi perbaikan, dan kami menghendaki dalam waktu empat tahun, nilainya tidak lagi memuaskan, melainkan antara baik dan sangat baik.“

Tanggal 9 Mei mendatang akan diselenggarakan pemilihan umum di negara bagian Nordrhein -Westfalen. Pemilihan ini merupakan ujian yang menentukan bagi pemerintahan koalisi Hitam-Kuning. Dengan demikian seratus hari mendatang, jauh lebih penting bagi pemerintahan koalisi HitamKkuning ketimbang seratus hari yang lalu.

AR/YF/dpa/afp