1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pemerintah Libya Tolak Tuntutan Bekas Pemberontak

Pemerintah transisi Libya menyatakan, tidak akan tunduk pada tuntutan kelompok revolusioner yang menuntut imbalan uang bagi perjuangan menumbangkan rezim Gaddafi.

Sekitar 200 yang mengaku anggota kelompok revolusioner yakni bekas pemberontak yang menumbangkan rezim Muammar al Gaddafi tahun lalu, dilaporkan mengepung dan menyerbu kantor perdana menteri dan wakilnya di ibukota Tripoli Selasa petang (8/5). Terjadi baku tembak dengan satuan pengaman yang menjaga gedung bersangkutan. Menurut laporan resmi, seorang aparat keamanan tewas tertembak.

Perdana menteri transisi Abdel Rahim al Kib lewat televisi menyatakan, tidak akan tunduk pada dikte gerombolan hukum rimba dan juga tidak akan takluk pada kekerasan bersenjata. " Tuntutan para penyerbu tidak berlandaskan hukum", tambahnya. Sejumlah pelaku sudah ditangkap dan disebutkan akan diajukan ke pengadilan.

Sejumlah bekas pejuang yang tahun lalu berhasil menumbangkan rezim al Gaddafi, disebut-sebut mendapatkan imbalan uang sebagai bonus. Pemerintahan transisi menyebutkan, kini banyak orang yang mengaku sebagai anggota kelompok revolusioner atau bekas pemberontak jadi-jadian, meminta imbalan dari kas negara. Karena itu pemerintah transisi bulan lalu menghentikan pembayaran bonus tsb.

Saat insiden baku tembak terjadi, dilaporkan di Tripoli sedang dilakukan negosiasi antara pemerintah transisi dengan para bekas pemberontak, terkait tema pembayaran bonus itu.

Agus Setiawan (dpa,afp,dapd)

Editor : Dyan Kostermans