1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pembelaan AS Atas Serangan Pesawat Tidak Berawak

Pemerintah AS belum pernah sesering ini menggunakan serangan pesawat tidak berawak ke wilayah perbatasan Afghanistan Pakistan.

default

Siapa yang tidak ingin ketinggalan berita, sebaiknya mengunjungi situs internet www.newamerica.net. Kelompok ini menganalisa laporan dari sumber-sumber yang bisa dipercaya, seperti kantor berita dan pernyataan pemerintah. Mereka juga selalu mengaktualisirnya. Neraca laporan berita saat ini : dari tahun 2004 hingga sekarang ada 122 serangan pesawat tidak berawak milik Amerika Serikat ke barat daya Pakistan, tahun ini saja sudah ada 26. Karena biasanya jumlah korban setelah serangan berubah-ubah, angka korban tewas diperkirakan antara 900 dan 1281 orang. Sekitar 60 persen korban adalah militan dan sisanya warga sipil.

Hamid Mir, direktur harian Pakistan 'Geo News Islamabad' menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran piagam PBB. „Tidak ada yang boleh membenarkan pelanggaran hak internasional hanya karena mengusung nama 'perang melawan teror'."

Sepertinya Amerika Serikat boleh melakukannya. Profesor hukum Mary O'Connel terdengar skeptis dalam pernyataannya ke radio NPR. „Ini usaha memperluas batasan yang ditetapkan hukum dalam aksi ekstrim semacam itu. Membunuh orang lain tanpa peringatan sebelumnya, tanpa dasar dan bukti yang jelas. Korban tewas hanya karena diduga sebagai anggota Al Qaida atau kelompok militan lainnya."

Minggu ini, untuk pertama kalinya seorang penasihat pemerintahan Obama, Harold Koh, berbicara kepada publik tentang masalah ini dalam acara internasional pengacara Amerika Serikat. Mantan profesor hukum Universitas Yale dan pengeritik anti teror era Bush menyinggung tema serangan dari pesawat tidak berawak. "Amerika Serikat terlibat dalam konflik senjata dengan Al Qaida dan Taliban, akibat dari serangan 11 September 2001. Hak membela diri dengan fasilitas militer bisa disamakan dengan hak internasional yang ada." Apakah satu orang tertentu yang menjadi sasaran serangan tersebut, bergantung pada situasi. "Apakah ada bahaya yang mengancam? Apakah kedaulatan negara lain terancam? Bagaimana dengan kemampuan dan keinginan negara tersebut untuk mengatasi bahaya yang bisa timbul dari orang tersebut?"

Yang jelas, CIA dan angkatan udara Amerika Serikat berkonsentrasi untuk menemukan pimpinan Taliban dan Al Qaida di kawasan Pakistan. Tujuan penting lainnya adalah memastikan agar sesedikit mungkin warga sipil yang menjadi korban. Untuk itu pesawat serangan tidak berawak lebih tepat dibandingkan pasukan darat dan jet tempur. Demikian pendapat dari kalangan politisi di Washington. Tetapi jumlah korban warga sipil melebihi 30 persen. Wartawan asal Pakistan Hamid Mir tidak hanya berpendapat, bahwa Amerika Serikat menyalahi hukum internasional tetapi juga menerapkan taktik militer yang salah. „Perang semacam ini hanya akan menimbulkan lebih banyak teror dan kebencian. Tidak hanya terhadap militer Pakistan, tetapi juga terhadap Amerika Serikat. Apalagi serangan pesawat tidak berawak ini belum menunjukkan hasil yang positif."

Silke Hasselmann / Vidi Legowo-Zipperer

Editor : Hendra Pasuhuk