1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Pekerjaan Halus dari Tangan Robot

Robot humanoid bernama Justin tahu, sekuat apa tangannya. Di pameran Hannover dipertunjukkan, ia juga bisa melakukan pekerjaan halus seperti membersihkan jendela.

Robot yang ramah ini tidak berasal dari luar angkasa. Tapi ia bisa dibilang punya pengalaman berada di ruang angkasa. Ia dirangkai dari lengan robot yang ditempatkan selama lima tahun di bagian luar stasiun ruang angkasa ISS.

Para peneliti pada Deutsches Zentrum für Luft- und Raumfahrt (Pusat Penelitian Udara dan Ruang Angkasa), disingkat DLR, mengembangkan Justin dan robot serupa lainnya, agar para astronot tidak perlu melakukan sendiri semua pekerjaan di luar pesawat  ruang angkasa. "Bekerja di luar pesawat memang pengalaman bagus, tetapi juga berbahaya. Orang perlu perlengkapan khusus dan persiapan panjang. Itu juga menjadi stres berat bagi astronot," demikian dijelaskan Daniel Leidner dari Institut Robotik dan Mekatronik pada DLR.

Menurut Leidner, Justin juga bisa digunakan di tempat lain yang berbahaya bagi manusia. Misalnya di Mars atau daerah yang terkontaminasi nuklir atau zat kimia.

Bertindak secara Independen

Selain itu, teknisi juga bisa memberikan perintah dasar dari jarak jauh, selanjutnya robot melakukan sendiri rangkaian gerakan tertentu secara independen. Tugas yang diselesaikan sebagian secara independen dipertunjukkan Justin di pameran industri, Hannover Messe 2013, yakni membersihkan jendela. Justin mendapat informasi bahwa untuk membersihkan kaca jendela, alatnya ada di atas meja. Kaca langsung dikenali Justin. Setelah berpikir sebentar, Justin mengambil alat pembersih dan menggosokkannya pada kaca.

Untuk itu robot tersebut memiliki bank data, yang menyimpan informasi tentang sejumlah obyek, sebagai data CAD atau Computer Aided Design. Jadi ia tahu bagaimana cara menggunakan alat pembersih. "Yang lebih penting lagi, Justin tahu bagaimana menggunakan alat pembersih pada kaca," kata Leidner. Dengan pengetahuan itu, Justin bisa memperhitungkan langkah-langkah yang logis dan urutan gerakannya.

Pengontrol Kekuatan

Dalam proses kerja ini, robot juga tidak boleh memecahkan kaca dengan kekuatan lengannya. Untuk itu, sensor ditempatkan pada semua sendi robot. Sensor mengukur torsi di semua motor penggerak. Jadi Justin selalu tahu, sebesar apa kekuatan dari luar yang sampai pada sendi jari, tangan atau lengan.

Die Hand des humanoiden Roboters Justin des Instituts für Robotik und Mechatronik des Deutschen Zentrums für Luft und Raumfahrt DLR auf der Hannover Messe 2013. Die Gelenke sind mit Sensoren ausgestattet, die erkennen, mit welchem Drehmoment die Motoren wirken. Dadurch kann die Kraft der greifenden hand sehr fein dosiert werden; Copyright: DW/F. Schmidt

Tangan robot bernama Justin yang dilengkapi sensor

Jika Justin merasakan perlawanan besar, ia mengurangi kekuatan yang beralih ke apa yang disebut situasi elastis, sehingga genggamannya menjadi lebih longgar. Jadi ia bisa memegang telur tanpa menghancurkannya. Selain itu, jika seseorang secara tidak sengaja menyenggol robot itu, ia akan mengelak dengan halus.

Berbeda dari lengan robot yang ditempatkan di stasiun ruang angkasa ISS, Justin punya dua lengan. Itu lebih praktis, karena dengan demikian, seperti manusia, setiap tangan bisa digunakan untuk pekerjaan terpisah. Jadi Justin juga bisa menumpuk cangkir dengan rapih. Untuk memutar cangkir ke posisi yang benar, ia menggunakan kedua tangannya.