1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Olahraga

Pekan Ajaib Borussia Dortmund

Borussia Dortmund menyempurnakan pekan yang luar biasa dengan membekap Wolfsburg dan mengamankan tiket ke final DFB Pokal di Berlin. Ini adalah kesempatan terakhir Jürgen Klopp untuk meraih gelar bergengsi musim ini.

Dewi Fortuna biasanya jarang terlihat di Signal Iduna Park musim ini. Mulai dari separuh tim ini yang masih berkutat dengan cedera, hingga sederet peluang emas yang terbuang. Sepekan lalu tim besutan Jürgen Klopp itu tersingkir dari Liga Champions Eropa kendati menggilas Real Madrid 2:0 (agregat 2:3). Tiga hari berselang Reus dkk. melumat FC Bayern 3:0 dalam laga Bundesliga yang tidak lagi menentukan.

Tapi kali ini roda nasib sedikit berputar. Dortmund yang kendati tampil perkasa, nyaris terjegal oleh ketekunan Wolfsburg dalam ambisinya mencapai final Piala DFB. Tapi pada akhirnya BVB kembali ke Olympiastadion di Berlin setelah absen semusim.

"Kami telah bermain baik. Tapi orang bisa lihat bagaimana kami kurang efektif di depan gawang. Dortmund malah sebaliknya," kata Manajer Wolfsburg, Klaus Allofs usai laga yang berakhir 0:2. "Laga ini menuntut kerja keras. Beberapa kali kami beruntung," tutur Kapten BVB, Sebastian Kehl. Senada dengan rekan setimnya, Mats Hummels, "Pertandingannya sangat ketat. Kami beruntung Wolfsburg gagal mencetak gol."

Kesempatan Terakhir Meraih Gelar

Betapa Dortmund sedikit kewalahan menghadapi gelombang serangan Wolfsburg, terlihat dari adegan percekcokan antara kiper Roman Weidenfeller dan striker Marco Reus. Di penghujung laga, keduanya berseteru usai Weidenfeller meneriaki Reus agar menjaga konsentrasi ketika bertahan.

Reus sebelumnya membiarkan salah satu gelandang Wolfsburg lolos dari penjagaan dan nyaris berujung gol. Sang striker yang tampil apik malam itu pun meneriaki balik. Adegan tersebut berlanjut sampai ketika Reus ditarik keluar. Klopp mencoba menengahi antara keduanya. "Marco bermain dalam tempo tinggi sejak tiga pekan terakhir. Tidak heran jika ia kehabisan oksigen pada tiga bola terakhir," ujar sang pelatih.

Terlepas dari cekcok antara kedua pemain, penampilan Dortmund di ajang DFB Pokal bertolak belakang dari Bundesliga. Weidenfeller dkk. adalah satu-satunya tim yang belum pernah kebobolan musim ini. Jika Dortmund bisa mengulangi prestasi serupa di final, maka die Schwarzgelben akan mencatat rekor baru.

Dortmund Menunggu Bayern di Berlin?

Nyatanya DFB Pokal adalah kesempatan terakhir Dortmund untuk merengkuh gelar musim ini. Terlebih, dengan Henrikh Mkhitaryan yang mulai bermain lepas, Robert Lewandowski yang baru saja merayakan gol ke-100 untuk BVB, dan lonjakan performa Mats Hummels, Jürgen Klopp boleh berharap banyak di final, siapapun lawannya, termasuk FC Bayern sekalipun.

Pep Guardiola bakal memimpin skuadnya menjamu FC Kaiserslautern dari divisi dua. Jika tidak ada aral melintang, FC Bayern bakal melenggang ke final. Pasalnya klub yang bermarkas di Sabener Straße itu belum pernah terkalahkan dalam tiga laga kandang di DFB Pokal saat menjamu Kaiserslautern.

Tapi harus pula diakui, DFB Pokal "memiliki aturannya sendiri," kata Jürgen Klopp. Tidak jarang tim-tim dari divisi dua menundukkan pemuncak klasemen Bundesliga. Kendati begitu pun, lolosnya BVB ke final seakan menyempurnakan pekan yang luar biasa. "Buat saya hari ini menjadi jelas, bahwa kami tampil baik musim ini," kata Direktur Dortmund, Joachim Watzke.

rzn/hp (sid,dpa)