1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Pejabat IMF dan PBB Tewas Akibat Serangan di Kabul

Lebih dari dua puluh orang -- termasuk belasan warga asing-- tewas dalam serangan bunuh diri Taliban di sebuah restoran di Kabul, Afghanistan. Pejabat IMF dan PBB menjadi korban.

Pengunjung restoran yang ketakutan mencoba untuk bersembunyi di bawah meja ketika salah satu penyerang meledakkan bom yang terkait di rompinya, di pintu masuk restoran The Taverna du Liban yang kerap dikunjungi ekspatriat tersebut.

Selain penyerang bom bunuh diri itu, dua militan lainnya menyerbu ke dalam dan melepaskan tembakan. Di antara yang tewas adalah dua warga Inggris, dua orang asal Kanada, pejabat senior Dana Moneter Internasional (IMF) dari Lebanon.

Pemilik restoran dikabarkan turut menjadi korban tewas setelah ia mencoba untuk menembak kembali penyerang. Taliban mengklaim bahwa ada warga Jerman yang menjadi korban akibat serangn tersebut. Namun kementrian luar negeri Jerman belum dapat mengkonfirmasi klaim tersebut.

Restoran diplomat dan pengusaha

Afghanistan Kabul Explosion 17.01.2014

Ledakan di kabul

The Taverna telah menjadi tempat makan yang kerap disambangi para diplomat asing, pekerja bantuan dan para pejabat Afghanistan serta pengusaha selama beberapa tahun terakhir ini. Kru restoran sibuk meladeni pelanggan pada hari Jumat (17/01/14) ketika serangan terjadi. Hari Jumat merupakan hari libur mingguan di Afghanistan.

Seperti banyak restoran di Kabul, ada pemeriksaan keamanan yang ketat atas pengunjung yang dilakukan oleh penjaga bersenjata dan ketika melewati setidaknya dua pintu baja sebelum memperoleh kursi.

PBB kutuk serangan

Pada Sabtu (18/01/14) pagi, restoran Taverna terlihat luluh lantak. Beberapa mobil yang berada di sekitar lokasi kejadian juga rusak parah. Kepala polisi Kabul Mohammad Zahir terus memberikan informasi mengenai jumlah dan kondisi korban.

Afghanistan Kabul Explosion 17.01.2014

Ledakan tewaskan warga asing

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk pembunuhan itu dengan mengatakan bahwa "serangan yang ditargetkan terhadap warga sipil benar-benar tidak dapat diterima dan melanggar hukum kemanusiaan internasional".

Aksi balas dendam

Serangan tersebut diklaim oleh militan Taliban yang berperang melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing pimpinan AS di negara itu. Seorang juru bicara militan mengatakan aksi tersebut adalah untuk membalas serangan udara AS di provinsi Parwan pada Selasa malam lalu (14/01/14).

"Pasukan invasi telah meluncurkan pemboman brutal terhadap warga sipil. Mereka telah mati syahid. Selain itu 30 warga sipil terluka. Ini adalah serangan balas dendam dan kami melakukannya dengan baik. Kami akan terus melakukannya," kata jubir Taliban Zabihullah Mujahid, dalam sebuah pernyataannya.

Setelah ledakan itu, pasukan keamanan elit telah bergegas untuk menutup jalan-jalan kecil di sekitar restoran sebagai tembakan sporadis meletus. Kesemua penyerang tewas dalam insiden itu.

ap/vlz (afp, dpa, rtr)

Laporan Pilihan