1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Iptek

Pegawai Apple Didominasi Laki-laki Kulit Putih

Pekerjaaan teknologi dengan bayaran tinggi di Apple kebanyakan diisi oleh pria berkulit putih dan pria Asia. Ini memperkuat persepsi, bahwa boom ekonomi Silicon Valley tidak berpengaruh bagi perempuan dan kaum minoritas.

Berdasarkan laporan yang dirilis Apple Inc. Selasa (12/08), di AS 54 persen pekerjaan di bidang teknologi pada perusahaan tersebut dikerjakan pegawai berkulit putih dan 23 persen orang Asia. Kaum pria mendominasi tenaga kerja Apple di seluruh dunia dengan 80 persen.

Tidak berbeda dengan perusahaan lain

Kecenderungan Apple mempekerjakan pria berkulit putih dan pria Asia di bidang teknologi mirip dengan laporan yang terungkap dalam tiga bulan terakhir dari perusahaan besar Silicon Valley lainnya, termasuk Google Inc., Yahoo Inc., Facebook Inc., Twitter Inc. dan LinkedIn Corp. Diantara kelompok tersebut, Apple memiliki jumlah pegawai terbanyak.

Sama seperti perusahaan teknologi lain, Apple mengakui kurangnya keragaman tenaga kerja. Bos Apple Tim Cook mengutarakan kekecewaanya dalam surat yang dilampirkan bersama data perusahaan. "Sebelumnya, saya harus mengatakan: Sebagai CEO saya tidak puas dengan angka yang tertera pada halaman ini," tulis Cook. "Masalah ini bukan hal baru bagi kami dan kami telah bekerja keras untuk membenahinya."

Salah sistem pendidikan

Para petinggi perusahaan teknologi menyalahkan kurangnya perempuan, pekerja berkulit hitam dan keturunan hispanik di sektor komputer dan mesin, pada sistem pendidikan di Amerika Serikat. Apple, Google dan beberapa perusahaan lainnya kini membiayai upaya untuk mengarahkan lebih banyak perempuan dan kaum minoritas ke bidang matematika dan sains di sekolah tinggi.

Kurangnya jumlah kandidat perempuan dan kaum minoritas yang berkualifikasi untuk pekerjaan teknologi memang salah satu alasannya. Tapi menurut sosiolog Marianne Cooper dari Clayman Insitute, industri bias terhadap pria berkulit putih dan pria Asia. Ia berpendapat, kebanyakan perusahaan teknologi tidak melakukan cukup banyak hal untuk menarik perhatian perempuan atau minoritas dan tidak menjadikan bidang tersebut lebih terbuka.

vlz/ml (ap)

Laporan Pilihan