1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB: Setidaknya 93 Ribu Tewas di Suriah

Setidaknya 93 ribu orang termasuk lebih dari 6.500 anak-anak, terbunuh dalam konflik Suriah. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa jumlah korban sesungguhnya bisa jadi jauh lebih tinggi.

Jumlah korban tewas meroket tahun lalu, bersamaan dengan terdokumentasikannya berbagai kasus penyiksaan atas anak-anak dan pembantaian atas seluruh keluarga mereka, “adalah sebuah pengingat yang mengerikan tentang betapa ganasnya konflik ini,” kata  kepala HAM PBB Navi Pillay.

Ia menggambarkan pembunuhan itu sebagai “pembantaian yang tak masuk akal,” kata Pillay sambil menambahkan bahwa jumlah korban dalam studi yang dilakukan oleh komisinya itu “kemungkinan besar adalah jumlah korban minimal. Jumlah sesungguhnya mereka yang terbunuh, kemungkinan lebih besar.”

Jumlah orang yang terbunuh meroket selama tahun lalu dengan korban rata-rata setiap bulan sejak Juli tahun lalu berjumlah lebih dari 5.000, jauh meningkat dibanding tahun 2011 yang rata-rata jumlah korban tewas adalah seribu jiwa per bulan, demikian hasil studi komisi PBB itu menyebutkan.

“Ini tingkat pembunuhan yang jumlahnya ekstrim, bulan demi bulan, merefleksikan memburuknya secara drastis pola konflik selama satu tahun terakhir,” kata Pillay.

Hampir 27.000 orang tewas pada Desember tahun lalu saja, kata dia.

Korban Anak-Anak

“Warga sipil menanggung serangan membabi buta yang meluas, kekerasan dan banyaknya serangan yang menghancurkan baik kota-kota besar maupun desa terpencil.,“ kata dia.

Pada hari Rabu, laporan menyedihkan PBB lainnya melaporkan bahwa anak-anak Suriah dipakai sebagai target sniper serta perisai hidup, serta menghadapi penyiksaan dan direkrut untuk ikut berperang.

Kepala PBB Bank Ki-moon mengatakan bahwa perang selama hampir 27 bulan itu telah mengambil korban anak-anak muda yang jumlahnya “tidak bisa diterima dan tertanggungkan“, dan laporan PBB hari Kamis itu menemukan bahwa paling sedikit 6.561 anak-anak di mana 1.729 diantaranya berumur kurang dari 10 tahun -- telah kehilangan nyawa.

“Ada pula berbagai kasus yang terdokumentasikan dengan baik tentang masing-masing anak yang disiksa dan dieksekusi, dan seluruh keluarganya, termasuk bayi, dibantai -- yang bersama-sama korban tewas lainnya adalah sebuah pengingat yang mengerikan tentang konflik Suriah.

Daerah Pinggiran Paling Menderita

Penelitian PBB itu memperlihatkan bahwa wilayah yang paling terpukul ada di sekitar distrik pinggiran di sekitar ibukota Damaskus, dengan jumlah korban tewas 17.800 jiwa, lalu Homs di mana 16.400 orang terdokumentasi nyawanya melayang, Aleppo dengan 11.900 korban tewas dan Idlib dengan jumlah yang mati mencapai 10.300 jiwa.

Di Daraa -- tempat lahirnya pemberontakan -- 8.600 tewas, diikuti oleh Hama dengan 8.100 jiwa Damaskus dengan 6.400 nyawa, dan Deir ez-Zor di mana 5.700 orang terbunuh.

Dari korban yang terdokumentasi, 82,6 persen adalah laki-laki sementara 7,6 persen adalah perempuan.

ab/hp (afp,dpa,ap)

Laporan Pilihan