PBB Mulai Diskusi Gencatan Senjata, AS dan Rusia Hentikan Kerjasama | dunia | DW | 04.10.2016
  1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB Mulai Diskusi Gencatan Senjata, AS dan Rusia Hentikan Kerjasama

PBB mulai negosiasi baru dan serukan pertempuran dihentikan segera di Aleppo, untuk mungkinkan suplai bantuan kemanusiaan. Lebih dari seperempat juta penduduk masih berada di kota yang dikepung pasukan Suriah.

Rancangan gencatan senjata segera bagi Aleppo dibuat wakil Perancis dan Spanyol. Salah satu poin yang disinggung adalah larangan terbang semua jet tempur di atas front pertempuran. Rusia langsung menolak rancangan tersebut, dan mempertanyakan apakah kesepakatan akan membuahkan hasil saat ini.

Menurut rancangan tersebut, pihak-pihak yang melanggar kesepakatan gencatan senjata diancam sanksi. Selain itu PBB diminta jadi pemantau gencatan senjata.  

Tonton video 02:50

Duta Besar Perancis, Francois Delattre mengatakan sebelum menggelar sidang, mereka punya tanggungjawab untuk mengusahakan segalanya, untuk menyatukan Dewan Keamanan dalam upaya menghentikan pembunuhan di Aleppo.

Keterlibatan Rusia di Suriah

Rusia mulai terlibat dalam konflik Suriah mulai 30 September tahun lalu, dengan mendukung Presiden Bashar al Assad menyerang kelompok anti pemerintah dan kelompok militan seperti Islamic State (ISIS) dan Front Fatah al Sham, yang dulu dikenal sebagai Front al Nusra. Dengan dukungan Rusia, pasukan pemerintah Suriah berhasil mengepung bagian timur Aleppo yang menjadi kubu pemberontak anti Assad. Di lokasi itu sejumklah serangan merusak fasilitas kesehatan dan melanggar hukum internasional.

Duta Besar Rusia di PBB, Vitaly Churkin membela aksi militer Rusia di Suriah setelah terjadinya pemboman rumah sakit dan sebuah konvoi bantuan kemanusiaan. Ia menyatakan, militernya tidak pernah sengaja menyerang warga sipil. Ia berkilah, jika Rusia tidak ikut terlibat di Suriah, kemungkinan "bendera hitam" (yang jadi lambang ISIS) sudah berkibar di ibukota Damaskus dan di seluruh kawasan Suriah..

Churkin menekankan lagi, tujuan utama Rusia di Suriah dan Irak adalah menindak kelompok teroris. "Jika teroris tidak berhasil dikalahkan, warga sipil di manapun tidak akan pernah merasakan perdamaian", tegas Churkin.

Syrien Aleppo Männer in Trümmern mit Säuglingen (Getty Images/AFP/A. Alhalbi)

Beberapa anak dan bayi diselamatkan dari reruntuhan bangunan di Aleppo (04/11/2016)

Kerja sama Rusia-AS berakhir

Pemerintah AS menghentikan usahanya meyakinkan Rusia untuk memaksa rejim Suriah agar menyepakati gencatan senjata. Presiden Assad sementara ini melanjutkan serangan ke kawasan Aleppo timur.

AS menuduh pemerintah Rusia mendorong atau membantu Assad menyerang kawasan yang dihuni warga sipil di Aleppo. Karena itu Washington menghentikan pembicaraan bilateral dengan Rusia untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. "Kesabaran semua orang bagi Rusia sudah berakhir," demikian dikatakan juru bicara Gedung Putih Josh Earnest di depan reporter.

Pejabat Departemen Luar Negeri menyatakan, Menteri Luar Negeri John Kerry tetap memfokuskan upaaya pada pencarian solusi diplomatik lewat berbagai jalur multilateral. Tapi pembicaraan telefon yang dilakukan tiap hari, dan perundingan teratur dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov sudah berakhir.

ml/as (ap, rtr, afp)

Laporan Pilihan