1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

PBB Kritik Uni Eropa Soal Pengungsi

Tenggelamnya kapal pengungsi di Lampedusa memicu debat tentang politik pengungsi Uni Eropa. Para menteri dalam negeri bertemu di Luksemburg untuk membahas konsekuensinya.

Dalam pertemuan hari Selasa (08/10) di Luksemburg, para menteri dalam negeri Uni Eropa secara khusus membahas politik pengungsi. Pertemuan tersebut sudah direncanakan sejak lama, tapi tidak untuk membahas masalah pengungsi. Italia sekarang menuntut agar masalah pengungsi jadi tema utama, setelah bencana kapal pengungsi terbaru di Lampedusa.

Italia sampai saat ini merasa tidak mendapat bantuan yang cukup dari Uni Eropa untuk menghadapi arus pengungsi dari Afrika. Namun dalam pertemuan di Luksemburg, kelihatannya belum ada keputusan yang akan diambil. Dari Jerman hadir Menteri Dalam Negeri Hans-Peter Friedrich.

Sementara itu tim penyelam melanjutkan upaya evakuasi mayat dari kapal yang tenggelam dekat pantai Lampedusa. Hari Senin ada 37 mayat yang berhasil dievakuasi. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 231 orang. Tim penyelamat memperkirakan masih ada banyak mayat di dalam kapal yang berada di dasar laut pada kedalaman 40 meter. Kapal penuh penumpang yang membawa pengungsi asal Afrika itu tenggelam hari Kamis lalu. 155 orang berhasil diselamatkan.

Kritik dari PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuntut Uni Eropa untuk meninjau lagi politik pengungsi yang dijalankan sampai saat ini. Pejabat PBB Francois Crepeau mengatakan di New York, politik pengungsi harus juga memperhatikan aspek hak asasi manusia para migran.

Selama pendatang ilegal dikriminalisasi dan migrasi legal sangat dibatasi, makin banyak pengungsi yang akan berusaha mencapai Eropa dengan cara ilegal dan berbahaya, kata Crepeau.

Pakar PBB untuk Somalia Shamsul Bari menerangkan: "Kecelakaan tragis ini menunjukkan kembali di depan mata, betapa besar keputusasaan penduduk di wilayah Somalia dan Eritrea. Mereka hidup tanpa keamanan dan tanpa hak-hak dasar di bidang ekonomi, sosial dan budaya."

Makin banyak pengungsi

Pejabat PBB urusan Eritrea, Sheila Keetharuth menyatakan, situasi hak asasi manusia di Eritrea sangat buruk. Makin banyak anak-anak yang berusaha melarikan diri ke Eropa, sekalipun perjalanannya sangat berbahaya.

Setelah bencana kapal di Lampedusa, tekanan terhadap Jerman juga meningkat. Ketua Parlemen Eropa Martin Schulz menuntut Jerman untuk menerima lebih banyak pengungsi. Juru bicara pemerintah Jerman, Steffen Seibert menerangkan di Berlin, politik pengungsi Uni Eropa memang harus ditinjau lagi. Namun Seibert menolak tuntutan agar Jerman menerima lebih banyak pengungsi.

hp/ap (afp, dpa)

Laporan Pilihan